Pages

Jumat, 08 Agustus 2014

SAHABAT SESAAT...



 .....
Mencari jejak yang tak berbekas,
ku coba mencari lembaran halaman-halaman tentangmu.
Dari beberapa waktu kemarin, hasilnya masih sama saja.
Aku tak menemui seuntaian kata tentang itu.
Ku kunjungi setiap lorong, ntah sudah berapa kali ku lukiskan namamu dalam pencarianku,
berharap tampak dimedia mana kau bertempat.
Saat ini hampir ku kerahkan smua tenagaku untuk menggapaimu, berharap sekedar bisa tau keberadanmu. Kadang pikiran bawah sadarku berkata, "hantukah kau? sehingga begitu rumit bagiku untuk menemukan seberkas cahayamu?"
Ahk, smua percuma.
Akan ku berhentikan semua segera. Ntah mengapa aku memikirkanmu lagi, ingatan ku muncul lagi.
Ini bukan yang kuharapkan karena ku pikir kau hanya Sahabat Sesaat bagiku, yang telah pergi begitu saja tanpa bicara apa-apa padaku.
Tak ada angin kencang maupun hujan deras, aku kehilangan sebagian tentangmu dan pada akhirnya segalanya tentangmu.
Sampai detik ini, banyak hal yang telah kumulai dan kuakhiri sendiri, namun kau masih tak memulai apa yang pernah kau harapkan dariku. Kau dimana? pergi ke planet manapun aku tak tau. Apa dulu kau sengaja meninggalkanku? Tapi mengapa? Setauku aku selalu menjadi Sahabat termanis bagimu. Apa yang kurangnya??

Bodoh, mengapa memikirkanmu lagi. Memikirkan pecundang dan pengecut sepertimu buat otak dan hati ku mendidih. Apa yang ada diotakmu itu? Apa yang kau tau hanya sebatas makan coklat saja?? Apa tak pernah kau memikirkan ku? Kenapa tak bisa kau sedikit mencariku? Kau tak ingin bertemu dengan ku lagi?
Datang dan pergi semau hatimu, Apa kau pikir ini duniamu saja? Menjanjikan Persahabatan namun melayang bak angin dihempas hujan. Lenyap!
Lupa? apakah iya?
Bagai daun kering meninggalkan ranting yang telah menopangnya. Apa sekarang seperti itu? Apa sama sekali tak merindukan ku??
Dengar,
Ini hati, dan hati ini sedang mengingatmu kembali bahkan ingin menatap matamu.

Sahabat Sesaat,
Jika angin telah kembali membawamu kesini, terbanglah menuju aku.
Terbang ketempat dimana kita selalu bercerita bahkan bermimpi, tempat kita tertawa dan menangis, tempat kita bernyanyi dan berlari, tempat dimana kita harus mendengar dan didengar, tempat dimana kau mengajarkanku menikmati keindahan namun bukan keindahan Cinta, tempat dimana kau menjadikan aku Sahabatmu.
Yah, Sahabat. Katamu Sahabat...

Jika itu tiba nanti,
Lihat aku. Apapun ucapmu aku akan mengerti, Hanya saja sepertinya saat ini hatiku seperti tesayat, pipiku telah basah.

Sahabat Sesaatku,
Apa kau tau??
Malam ini aku sangat Merindukanmu...
Sangat.


Dear,   Sahabat Sesaatku.
            Surat untukmu, semoga kau temukan. :'(
Salam, Esra Sitanggang.
            Menunggu mu...
         

BAB II



Aku yang mau disayang, Aku yang malang.. :D

            Sekalipun otakku gak kayak otak Albert Einstein, atau Karl Mark atau siapapun, untuk menjadi anak kesayangan dan kebanggaan orangtua tetap menjadi impian ku. Memang sih, banyak hal yang kulakukan justru membuat mama dan papa kesal dan jengkel namun dalam hati paling dalam itu karena aku mencintai mereka. :)
Menghabiskan waktu bersama mereka selalu aku lakukan, specially mama.  aku sih gak pernah merasa bosan dengan mama, gak tau ya kalau mama nya sendiri, mungkin udah ngucap-ngucapin doa sepanjang waktu kalau lagi bersama ku. ;)
            Salah satu kebiasaan tersuper ku adalah, hobby tidur. Dimana-mana, kapan aja pasti bisa terlelap. Mungkin dikamar mandipun aku bisa melakukannya, udah gitu kalau tidur pasti kayak mayat, sialnya lagi aku pasti gak bisa mengingat mimpi-mimpi ku saat tidur, siapa tau aja aku mimpi dilamar song joong ki kan?  :D Oopss. bukan ini yang mau kita bahas, tapi sifat kedua terparahku  :(
            Sore hari, lagi berdua bersama mama lagi, seingatku kedua saudaraku udah gak tinggal dirumah lagi, lanjutin sekolah ketempat lain. Kalau sang papa, aku selalu lupa dimana letaknya, kebanyakan sibuk diluar. Nah, tinggallah aku dan mama.hihi
            "Cie..mama ku lagi mau mandi, tumben.." pikirku dalam hati :D yaa, Setan apa yang merasuki hingga mama ku semangat mandi sore ini. karena papa gak ada dirumah ya? ya ampun mama ku mau macam-macam!! :/ (oopss, suuzon lagi :))
Ngungkit sedikit kebiasaan buruk mama, agak bangga nih.. wajar dong putrinya pelupa, mamanya juga agak pelupa sih..hihi..  Berbinar-binar nih saat ngomong kalau mama punya sifat pelupa juga, meski gak separah aku sih.. :D lupanya pun cuma satu kasus aja, cuma lupa bawa handuk atau pakaian ke kamar mandi  aja. Tapi coba bayangin aja ya, kalau gak ada orang rumah yang mau disuruhnya, pikirkan sendiri deh jawabannya.. bisa jadi mama keluar dari kamar mandinya bawa-bawa botol shampo buat alat penutup. :D
            Yakin, kasus ini bakal kejadian juga sore ini. ya, mamaku pasti lupa bawa handuk atau pakaiannya. Ini kesempatan perak dong, buat ambil dan luluhkan hati sang mama. Sok care, berharap dipuji dan dibilang putri mama yang paling manis.. ;)ato sekedar nambah2 jajan di sekolah.
            Sepertinya mama mulai setengah mandi nih, mulai sibuk nyiapin handuk dan pakaian bersih untuk mama, sambil nyanyi cinta-cintaan,romantis-romantisan aku pun beraksi, ku ambil handuk warna orange milik mama,tulisannya apa aku lupa yang pasti ini bukan gambar barbie warna pink, berarti memang ini haduk mama, pikirku. Ku lipat rapi, ku ambil baju tidur nya dari lemari pakaiannya serta bla..bla nya yang lain, yang sulit untuk ku deskripsikan. Setelah semua siap, mulai atur napas dan atur langkah.. deg-deg'an juga rasanya guys, serasa mau ditembakin cowo nih.. :D
            Depan pintu kamar mandi yang tertutup, ehemm.. "Maa, pasti lupa bawa handuk sama bajunya kan? ini udah ezra siapin, bukain dong ma.."  Rasa menggebu-gebu, bakal tambah disayang mama, lewat ini, uang jajan pun pasti naik nih.. pikirku lagi bahagia.
Dan mama pun membuka pintunya, artinya aku bisa masuk dan meletakkan perlengkapan mama yang tengah mandi.  Yes, mama tersenyum artinya impian ku akan terkabulkan. :D  Sempat menggoda mama yang sedang nyiram-nyiram aku pun keluar, masih sempat kudengar kata trimakasih dari mama, yang buat aku semakin di langit kedelapan. Hihi
            Tugas ku pun berakhir dan tinggal menunggu hasilnya. cengar-cengir nih..:D
Mulai ambil HP, dan nyalain pemutar lagunya sambil duduk bersantai dengarin lagu adalah pilihan yang ideal mungkin. Gak lama setelah itu, suara airberisik tadi gak tampak lagi, aku tau ritual mama pasti sudah selesai. Aku tersenyum lagi kembali memikirkan hal-hal indah nanti setelah melakukakan tugas ini.. :D
            "Ezzzzrrrraaaaa..aa..aa..aaa..!!!!" aku tersentak dari lamunan manisku.  Semakin ku tajamkan pendengaranku,  semakin jelas. Benar!  itu teriakan mamaku, bukan mama tetangga. Kumatikan alat pemutar musik Hp ku dan mulai mencari dimana asalnya suara itu. Iyaa, itu dari kamar mandi, mama kan memang lagi mandi. pikirku selanjutnya. Akupun mulai melangkah ke TKP.  "Mama kenapa yah? apa mamaku keseleo? atau mama tergelincir nginjak sabun?"  firasatku mulai gak enak.  "Apa ada yang ngintip mama? ahk, gak mungkin mama kan mandinya  sendiri bukan sama pengintip, ehk,,maksudku dirumah kan cuman ada kami berdua aja. "Ato jangan2 mamaku  jatuh kedalam sumur??!! :'( ku cepatkan langkah kakiku sambil mulai berdoa, seingatku aku hampir nangis. Ehk, tiba2 ingat, sumurnyakan kecil udah gitu ditutup rapat lagi, lagiankan  letak sumurnya dibelakang rumah bukan dikamar mandi.  hadehhh...
            Ahk, pikiranku semakin gak bisa ku kuasai, seiring berakhirnya pikiran jorok ku saat itu juga aku sampai tepat didepan pintu kamar mandinya. "Loh, pintunya masih terkunci" aku makin kuatir. "Maaa, mama didalam? mama kenapa? buka pintunya maaa..!!" teriakku sendu, tak sadar ntah kenapa ternyata ada air yang udah ngumpul dipucuk mataku, yang pasti bukan air kran ato air selokan depan rumahku.  Aku tak kuat menahan rasa kwatir ku, mungkin itu penyebab ada air itu dimataku, tepatnya itu airmata, bukan mata air. yup, aku menangis. :( "Maaa?" ku paksakan bicara lagi sambil mengetuk pintunya. " ntah perasaan apa ang berkecamuk dalam diriku, aku takut. aku takut terjadi apa2. Aku sayang mama.. :'(
            " Bukain pintunya dodol!! ngapain ngunciin mama dari luar?" jawab mama dari dalam. "Loh, kok bisa?" pikirku mengingat lagi. Ku buka cepat2 pintunya.
Mari yok pasang muka tak berdosa lagi, " Lama2 makin kurang ajar sama mama yaa?" semprot mama lagi sambil menjitak kepala ku. "Aaawww..w  sakit maaa..." :'(

My Cute Experience with Mom.. :*
By, Esra S.
Pend. Ekonomi UNIMED.