.....
Mencari jejak yang tak berbekas,
ku coba mencari lembaran halaman-halaman tentangmu.
Dari beberapa waktu kemarin, hasilnya masih sama saja.
Aku tak menemui seuntaian kata tentang itu.
Ku kunjungi setiap lorong, ntah sudah berapa kali ku lukiskan namamu
dalam pencarianku,
berharap tampak dimedia mana kau bertempat.
Saat ini hampir ku kerahkan smua tenagaku untuk menggapaimu, berharap
sekedar bisa tau keberadanmu. Kadang pikiran bawah sadarku berkata,
"hantukah kau? sehingga begitu rumit bagiku untuk menemukan seberkas
cahayamu?"
Ahk, smua percuma.
Akan ku berhentikan semua segera. Ntah mengapa aku memikirkanmu lagi,
ingatan ku muncul lagi.
Ini bukan yang kuharapkan karena ku pikir kau hanya Sahabat Sesaat
bagiku, yang telah pergi begitu saja tanpa bicara apa-apa padaku.
Tak ada angin kencang maupun hujan deras, aku kehilangan sebagian
tentangmu dan pada akhirnya segalanya tentangmu.
Sampai detik ini, banyak hal yang telah kumulai dan kuakhiri sendiri,
namun kau masih tak memulai apa yang pernah kau harapkan dariku. Kau dimana?
pergi ke planet manapun aku tak tau. Apa dulu kau sengaja meninggalkanku? Tapi
mengapa? Setauku aku selalu menjadi Sahabat termanis bagimu. Apa yang
kurangnya??
Bodoh, mengapa memikirkanmu lagi. Memikirkan pecundang dan pengecut
sepertimu buat otak dan hati ku mendidih. Apa yang ada diotakmu itu? Apa yang
kau tau hanya sebatas makan coklat saja?? Apa tak pernah kau memikirkan ku?
Kenapa tak bisa kau sedikit mencariku? Kau tak ingin bertemu dengan ku lagi?
Datang dan pergi semau hatimu, Apa kau pikir ini duniamu saja?
Menjanjikan Persahabatan namun melayang bak angin dihempas hujan. Lenyap!
Lupa? apakah iya?
Bagai daun kering meninggalkan ranting yang telah menopangnya. Apa
sekarang seperti itu? Apa sama sekali tak merindukan ku??
Dengar,
Ini hati, dan hati ini sedang mengingatmu kembali bahkan ingin menatap
matamu.
Sahabat Sesaat,
Jika angin telah kembali membawamu kesini, terbanglah menuju aku.
Terbang ketempat dimana kita selalu bercerita bahkan bermimpi, tempat
kita tertawa dan menangis, tempat kita bernyanyi dan berlari, tempat dimana
kita harus mendengar dan didengar, tempat dimana kau mengajarkanku menikmati
keindahan namun bukan keindahan Cinta, tempat dimana kau menjadikan aku
Sahabatmu.
Yah, Sahabat. Katamu Sahabat...
Jika itu tiba nanti,
Lihat aku. Apapun ucapmu aku akan mengerti, Hanya saja sepertinya saat
ini hatiku seperti tesayat, pipiku telah basah.
Sahabat Sesaatku,
Apa kau tau??
Malam ini aku sangat Merindukanmu...
Sangat.
Dear, Sahabat
Sesaatku.
Surat
untukmu, semoga kau temukan. :'(
Salam, Esra Sitanggang.
Menunggu
mu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar