BAB I
Loh, Tas ku mana..?
Sekilas tentang aku, itung-itung flasback sebelum aku
mulai cerita. Sebenarnya nama ku agak panjang,
alasan terjitu kepada orang tuaku mengapa ujian akhirku selalu jeblok
karena kelamaan ngisi LJK, padahal mereka udah pasti tahu jawaban yang
sebenarnya. :D Namun banyak nama-nama panggilan untuk ku, mulai dari panggilan
aneh, menyindir dan mengejek, huh, but I know itu pasti panggilan sayang.
hihi...
Loh, bukan ini sebenarnya yang mau aku ungkapkan. :/
Okeh, singkatnya saja ya. Aku seorang putri dari orangtuaku, ehk maksudnya
putri paling bungsu dari mereka. Oleh karena itu otak ku sedikit dangkal, alias
lambat. Apa hubungannya?!! Gak, maksudku
begini, menurutku karena anak paling bontot, aku terlalu dimanja dan disayang
mungkin karena inilah otakku sedikit susah jalannya dibandingkan kedua
saudaraku.. ( gak masuk akal sebenarnya ). Mulai bertumbuh dari dini, selalu
banyak kelakuan aneh olehku. Kupikir karena sistem bekerja otakku yang kurang
maksimal sepertinya. :(
Yang pertama, ini dia nih..
pengaruh lemotnya aku "malas belajar= malas sekolah" weleh-weleh..
malu sebenarnya cuy ngungkapinnya, hihi.. Tapi apa boleh buat, otak ku terasa
letih saat dipakai mencerna pelajaran itu-ini yang tiada habis-habisnya.
Apalagi ketemu Matematika, wiisss,,, gak
nafsu makan, susah nelan, susah napas, susah tidur, susah ngomong, bahkan
sampai susah kedip, ( lebbay.. :D) nah, kalau udah gini siap-siap deh cari
seribu dua alasan buat gak sekolah. yah,
mulai dari sakit kepala, tiba-tiba mual, perut mulas dan udah 3 atau 4 kali
keluar masuk toilet. :D pertama nya sih manjur kayak air suci lama-kelamaan
ketauan jugak ular ku sama mama dan papa ku. :'(
Hari ini ada mata pelajaran Matematika, monster yang
paling menjijikkan yang selalu menjadi parasit dibatin ku. Kejadian ini saat
aku duduk di bangku SD kelas 4. Mulai bangun pagi, aku udah mulai gelisah, mulai
galau dan dilema, napasku pun udah satu-satu, bukannya banyak-banyakin baca doa
malah mutar siotak dangkal cari alasan apa sama mama biar gak sekolah dan
ketemu si Matematika. :/ Dengan alasan sakit perut dan laporin ke mama kalau
udah bolak-balek toilet sampai 3 kali, padahal cuma berdiam diri, duduk di closet sambil kedap-kedipin mata, mainin air
pakek gayung sambil mikirin apakah misi sukses atau tidak. Setelah meriksa
itu-ini, pegang perutku bagain kanan kiri atas bawah samping tengah, macam USG
ibu hamil, Akhirnya keputusanpun di
umumkan, bahwa mama tahu kalau putri bungsunya bohong lagi. huaaaaaa!!! :'( Jalan terakhir masang mukak berlipat
tujuh aja plus kuat-kuatin tangisan aja deh. "adek, gak mau' sekolah ma,
ada pelajaran matematika hari ini kalau diganti jadi pelajaran PPKN baru mau sekolah" kata-kata pembelaan
yang cukup megharukan dari aku ke mama. hihi
Oohh.. sialnya mama gak peduli kata-kataku. Mama tetap mengganti baju ku,
mempersiapkan semua perlengkapan ku, mengkucir dua rambutku, memakaikan ku
sepatuku tak lupa selalu memakaikan ku jaket dan tidak lupa menyelipkan uang
lima ratus rupiah ke saku jaketku, sempat buatku berhenti menangis sih
sebenarnya lihat uangnya, :D tapi tiba-tiba ingat sekolah lagi, nangisnya lanjut
lagi, itung-itung yang tadi cuma tarik napas aja,hihi...
Sedih, mama membuat aku
sekolah dengan cara paksa, mengomeli ku bahkan sempat mencubit lengan ku,
apalagi papa gak ada dirumah, ntah kemana akupun lupa. sempat mau nyanyi nih
" tangisan anak tiri" sih... hihhkzzz :(
tapi tetap aja aku gak mau gerak, berdiri diam sambil meraung-raung depan pintu
adalah pilihan ku. Mama menyerah, mama berjalan kebelakang mungkin mau
siap-siap buat pergi ngajar, ya mamaku juga seorang guru disekolahku, atau mungkin
mama mau ambil golok buat motong leherku. tak tahulah.. Namun masih terdengar
omelan dari balik sana, "bikin malu aja, ntah siapa kau tiru dirumah
ini!!" kata-kata singkat tapi cukup menyakitkan hati, mau bunuh diri sih,
cuma bingung gak ada gedung tinggi, masak loncat parit?? akhirnya batal
niatnya. Tapi kata-kata mama mampu buat ku berubah, mungkin karena rasa sakit
hatiku, ntah kekuatan darimana aku mau kesekolah. ku hapus air mata ku, ku raih
tempat air minumku, warna nya biru bergambar barbie, tapi masih cantikan aku
dari barbienya, ku hentakkan kaki ku, dan berdoa, salah.. maksudnya berteriak
ke mama " Aku sekolah". putar
badan, melangkah dan berlalu.
Ditengah perjalanan kesekolah seorang Ibu menertawaiku, sambil
berkata gini nih.." ehk, Esra ketinggalan apalagi sampai pulang kerumah
lagi? ketinggalan air minumnya ya? buru-buru karena dimarahi mama nya karena
gak mau sekolah ya?" masih ada ibu
ember kayak dia, pikirku dalam hati. Ingin ku kampak kepalanya dan kurobek
mulutnya sampai belah tujuh saking
kesalnya aku, mengingat dia adalah ibunya teman sekelasku yang juga murid
terpandai dikelas, yang semakin membuatku mengamuk. Tanpa menghiraukan aku
tetap melangkah, meninggalkan ibu yang sebaya dengan mamaku itu yang tetap saja
ketawa-ketiwi melihatku. mungkin karena dia tahu, aku selalu malas sekolah. :/
Sampainya sekolah, mulai nih masang-masang tampang tak
terjadi sesuatu, senyum kiri senyum kanan, tegapkan badan, dan mulai pancarkan
cahaya percaya diri. kan malu kalau sampai ketauan teman-teman. :D Sesampainya
dikelas. Loh, kok ada perasaan yang tiba-tiba aneh ya, what's wrong?? aku
kenapa? biasanya sampai dikelas letakin tas dan air minum, duduk sebentar atau
ngobrol sama teman, kalau ada PR pasti langsung nyontek nunggu loncengnya
bunyi. Hari ini beda sepertinya..
Tanpa pikir panjang, ku hentak
lagi kaki ku, dan mulai berlari kencang menuju rumah, berharap mama belum
berangkat dan mengunci pintu rumah. Aku
melayang bak kijang jantan yang mengejar betinanya, kupelan sesaat melihat
apakah ibu usil tadi di depan rumahnyamasih ada atau tidak. tak ada bray.. iiihaaa...
:D, ku berlari sekencangnya lagi, hingga rok merah lipat-lipat ku
kembang-kempis tak beraturan, untung masih kelas 4 SD, coba kalau sekarang,
penampakan cuyy... ;)
Maaaa... teriakku sampai
dirumah, dengan napas hampir lepas mama malah memarahi ku, "katanya mau
sekolah, tapi pulang lagi? minta di antukkan kurasa kepalamu itu ya"
teriak mama sama ku, suaranya lebih keras dari yang tadi, bikin aku benar-benar
ingin nyanyi tangisan anak tiri tadi.. :'(
"memang mau sekolah k0k maa.." jawab ku lirih,pelan sekali
hampir tak terdengar lo..hihi. mama
menatapku penuh arti, kupikir ada belek dimataku atau upil dihidungku karena
tadi mau sekolahnya cuci muka paksaan. " trus, kenapa pulang lagi" sambung mama mulai merendah suarnya, sempat
tinggi lagi kayak tadi, mungkin jadilah aku bunuh dirinya. :(
"Tas ku ketinggalan" ucapku setengah nyengir tanpa rasa berdosa. :D
:D :D
"TAS???" mama melongo, dan aku pun beraksi lagi. :D
by: Esra Sitanggang
Pend. Ekonomi UNIMED