Pages

Rabu, 03 Desember 2014

CoMFort Zone. I'm Really be Evil Now!



"comfort zone"
                Comfort zone, hal yang selalu dicari-cari dan dicapai orang, dan akan selalu dipertahankannya. Tak sedikit orang tetap berada dan bersandar pada zona nyamannya. Padahal keluar dari zona nyaman dan mencoba zona baru merupakan cara untuk mendapatkan zona nyaman yang lebih baik.
          Oopps.. aku tau ini, tapi buat melaksanakan butuh keberanian dan daya  tahan banting yang cukup baik. Sebenarnya udah mulai melakukannya, mulai keluar dari comfort zone ku ke zona yang bahaya yang hanya membuatku tidak nyaman saja. But, apa yang kudapat? sesuai degan teori diatas, sakitnya zona bahaya pada akhirnya akan memberikan zona nyaman baru bagi kita. How about me? Mulai melepas rasa nyaman yang sebenarnya telah membuatku cukup nyaman dan hangat dan dengan tujuan mencoba membuat orang lain nyaman.
          Dalam konteks pergaulan, keluar dari Comfort Zone telah aku lakukan. Banyak rasa sakit yang udah aku rasakan dalam melakukannya, banyak rasa kecewa sebenarnya. Selalu  mencoba untuk mengubah rasa marah menjadi  tawa, membuatku terbiasa untuk mengontrol amarah dan  memaafkan.
          Dunia tau, skalipun aku terkenal dengan sifat ceria dan lucu, pada dasarnya  aku seorang yang susah untuk menerima kesalahan orang lain, aku orang ynag keras, egois, manja,  pencemburu, cuek dan moodian. Namun,  prinsipku untuk menjadi makluk yang termanis membuatku belajar untuk keluar dari zona nyamanku. Aku berusaha mentolerir kesalahan orang, berusaha menghilangkan ke akuan ku dan memikirkan orang lain, berusaha mengendalikan moodku yang rusak dengan sukacita yang sebenarnya aku buat-buat.  Guyz, ini sangat susah. Aku berusaha keras, membuat oranglain terlebih orang yang aku sayang menjadi lebih nyaman denganku.
          Bahagia, Selalu melatih diri dengan ini, membuatku benar-benar terbiasa melakukannya. Sepertinya hal ini telah mendarah daging dalam diriku. Sekarang, aku bisa memikirkan perasaan orang lain, aku selalu terlihat tanpa beban karena berhasil mengendalikan moodku yang sebenarnya teramat berantakan, aku selalu memaafkan orang lain, bahkan sekalipun aku menjadi objek pembullyian sahabat-sahabatku, aku susah untuk marah dan anehnya lagi aku akan menangis ketika tau seseorang marah dan membenciku. Aku tak menyukai itu!  Ini zona aman baru ku? "Dicintai banyak orang ". Aku bahagia.
          Mungkin karena hal ini, seseorang mungkin menilaiku memiliki kepribadian ganda. Seseorang yang jeli melihatku akan mengatakan hal tersebut. Ya, jelas.. Pribadi awalku yang sesungguhnya kadang kala akan terlihat sangat jelas pada suatu saat-saat tertentu. Ini hal yang wajar dalam proses perubahan bukan? Skalipun sakit hati sebenarnya dikatakan berkepribadian ganda, Evil atau apalah  but no problem. Aku bisa menerimanya. :) Mungkin melepas Zona nyaman untuk membuatnya nyaman belum bisa diterima dan di;ihat olehnya. Sakit malah, ketika Justru, menyuruhku kembali ke zona nyamanku. Tak tau betapa sulitnya aku merubah segalanya dalam diriku? Dan sekarang setelah aku sukses melakukannya bahkan menyuruhku untuk kembali ke zona itu? :(
           hah, allright.. Terkhusus untuk mu yang telah memintaku kemaren,  aku akan kembali ke zona nyamanku yang dulu. Kepribadiku yang sesungguhya. I'm Really be Evil now!  Mungkin akan membuatmu nyaman? atau akan lebih merusak segalanya? Aku tak tau.
         

         




Jumat, 08 Agustus 2014

SAHABAT SESAAT...



 .....
Mencari jejak yang tak berbekas,
ku coba mencari lembaran halaman-halaman tentangmu.
Dari beberapa waktu kemarin, hasilnya masih sama saja.
Aku tak menemui seuntaian kata tentang itu.
Ku kunjungi setiap lorong, ntah sudah berapa kali ku lukiskan namamu dalam pencarianku,
berharap tampak dimedia mana kau bertempat.
Saat ini hampir ku kerahkan smua tenagaku untuk menggapaimu, berharap sekedar bisa tau keberadanmu. Kadang pikiran bawah sadarku berkata, "hantukah kau? sehingga begitu rumit bagiku untuk menemukan seberkas cahayamu?"
Ahk, smua percuma.
Akan ku berhentikan semua segera. Ntah mengapa aku memikirkanmu lagi, ingatan ku muncul lagi.
Ini bukan yang kuharapkan karena ku pikir kau hanya Sahabat Sesaat bagiku, yang telah pergi begitu saja tanpa bicara apa-apa padaku.
Tak ada angin kencang maupun hujan deras, aku kehilangan sebagian tentangmu dan pada akhirnya segalanya tentangmu.
Sampai detik ini, banyak hal yang telah kumulai dan kuakhiri sendiri, namun kau masih tak memulai apa yang pernah kau harapkan dariku. Kau dimana? pergi ke planet manapun aku tak tau. Apa dulu kau sengaja meninggalkanku? Tapi mengapa? Setauku aku selalu menjadi Sahabat termanis bagimu. Apa yang kurangnya??

Bodoh, mengapa memikirkanmu lagi. Memikirkan pecundang dan pengecut sepertimu buat otak dan hati ku mendidih. Apa yang ada diotakmu itu? Apa yang kau tau hanya sebatas makan coklat saja?? Apa tak pernah kau memikirkan ku? Kenapa tak bisa kau sedikit mencariku? Kau tak ingin bertemu dengan ku lagi?
Datang dan pergi semau hatimu, Apa kau pikir ini duniamu saja? Menjanjikan Persahabatan namun melayang bak angin dihempas hujan. Lenyap!
Lupa? apakah iya?
Bagai daun kering meninggalkan ranting yang telah menopangnya. Apa sekarang seperti itu? Apa sama sekali tak merindukan ku??
Dengar,
Ini hati, dan hati ini sedang mengingatmu kembali bahkan ingin menatap matamu.

Sahabat Sesaat,
Jika angin telah kembali membawamu kesini, terbanglah menuju aku.
Terbang ketempat dimana kita selalu bercerita bahkan bermimpi, tempat kita tertawa dan menangis, tempat kita bernyanyi dan berlari, tempat dimana kita harus mendengar dan didengar, tempat dimana kau mengajarkanku menikmati keindahan namun bukan keindahan Cinta, tempat dimana kau menjadikan aku Sahabatmu.
Yah, Sahabat. Katamu Sahabat...

Jika itu tiba nanti,
Lihat aku. Apapun ucapmu aku akan mengerti, Hanya saja sepertinya saat ini hatiku seperti tesayat, pipiku telah basah.

Sahabat Sesaatku,
Apa kau tau??
Malam ini aku sangat Merindukanmu...
Sangat.


Dear,   Sahabat Sesaatku.
            Surat untukmu, semoga kau temukan. :'(
Salam, Esra Sitanggang.
            Menunggu mu...
         

BAB II



Aku yang mau disayang, Aku yang malang.. :D

            Sekalipun otakku gak kayak otak Albert Einstein, atau Karl Mark atau siapapun, untuk menjadi anak kesayangan dan kebanggaan orangtua tetap menjadi impian ku. Memang sih, banyak hal yang kulakukan justru membuat mama dan papa kesal dan jengkel namun dalam hati paling dalam itu karena aku mencintai mereka. :)
Menghabiskan waktu bersama mereka selalu aku lakukan, specially mama.  aku sih gak pernah merasa bosan dengan mama, gak tau ya kalau mama nya sendiri, mungkin udah ngucap-ngucapin doa sepanjang waktu kalau lagi bersama ku. ;)
            Salah satu kebiasaan tersuper ku adalah, hobby tidur. Dimana-mana, kapan aja pasti bisa terlelap. Mungkin dikamar mandipun aku bisa melakukannya, udah gitu kalau tidur pasti kayak mayat, sialnya lagi aku pasti gak bisa mengingat mimpi-mimpi ku saat tidur, siapa tau aja aku mimpi dilamar song joong ki kan?  :D Oopss. bukan ini yang mau kita bahas, tapi sifat kedua terparahku  :(
            Sore hari, lagi berdua bersama mama lagi, seingatku kedua saudaraku udah gak tinggal dirumah lagi, lanjutin sekolah ketempat lain. Kalau sang papa, aku selalu lupa dimana letaknya, kebanyakan sibuk diluar. Nah, tinggallah aku dan mama.hihi
            "Cie..mama ku lagi mau mandi, tumben.." pikirku dalam hati :D yaa, Setan apa yang merasuki hingga mama ku semangat mandi sore ini. karena papa gak ada dirumah ya? ya ampun mama ku mau macam-macam!! :/ (oopss, suuzon lagi :))
Ngungkit sedikit kebiasaan buruk mama, agak bangga nih.. wajar dong putrinya pelupa, mamanya juga agak pelupa sih..hihi..  Berbinar-binar nih saat ngomong kalau mama punya sifat pelupa juga, meski gak separah aku sih.. :D lupanya pun cuma satu kasus aja, cuma lupa bawa handuk atau pakaian ke kamar mandi  aja. Tapi coba bayangin aja ya, kalau gak ada orang rumah yang mau disuruhnya, pikirkan sendiri deh jawabannya.. bisa jadi mama keluar dari kamar mandinya bawa-bawa botol shampo buat alat penutup. :D
            Yakin, kasus ini bakal kejadian juga sore ini. ya, mamaku pasti lupa bawa handuk atau pakaiannya. Ini kesempatan perak dong, buat ambil dan luluhkan hati sang mama. Sok care, berharap dipuji dan dibilang putri mama yang paling manis.. ;)ato sekedar nambah2 jajan di sekolah.
            Sepertinya mama mulai setengah mandi nih, mulai sibuk nyiapin handuk dan pakaian bersih untuk mama, sambil nyanyi cinta-cintaan,romantis-romantisan aku pun beraksi, ku ambil handuk warna orange milik mama,tulisannya apa aku lupa yang pasti ini bukan gambar barbie warna pink, berarti memang ini haduk mama, pikirku. Ku lipat rapi, ku ambil baju tidur nya dari lemari pakaiannya serta bla..bla nya yang lain, yang sulit untuk ku deskripsikan. Setelah semua siap, mulai atur napas dan atur langkah.. deg-deg'an juga rasanya guys, serasa mau ditembakin cowo nih.. :D
            Depan pintu kamar mandi yang tertutup, ehemm.. "Maa, pasti lupa bawa handuk sama bajunya kan? ini udah ezra siapin, bukain dong ma.."  Rasa menggebu-gebu, bakal tambah disayang mama, lewat ini, uang jajan pun pasti naik nih.. pikirku lagi bahagia.
Dan mama pun membuka pintunya, artinya aku bisa masuk dan meletakkan perlengkapan mama yang tengah mandi.  Yes, mama tersenyum artinya impian ku akan terkabulkan. :D  Sempat menggoda mama yang sedang nyiram-nyiram aku pun keluar, masih sempat kudengar kata trimakasih dari mama, yang buat aku semakin di langit kedelapan. Hihi
            Tugas ku pun berakhir dan tinggal menunggu hasilnya. cengar-cengir nih..:D
Mulai ambil HP, dan nyalain pemutar lagunya sambil duduk bersantai dengarin lagu adalah pilihan yang ideal mungkin. Gak lama setelah itu, suara airberisik tadi gak tampak lagi, aku tau ritual mama pasti sudah selesai. Aku tersenyum lagi kembali memikirkan hal-hal indah nanti setelah melakukakan tugas ini.. :D
            "Ezzzzrrrraaaaa..aa..aa..aaa..!!!!" aku tersentak dari lamunan manisku.  Semakin ku tajamkan pendengaranku,  semakin jelas. Benar!  itu teriakan mamaku, bukan mama tetangga. Kumatikan alat pemutar musik Hp ku dan mulai mencari dimana asalnya suara itu. Iyaa, itu dari kamar mandi, mama kan memang lagi mandi. pikirku selanjutnya. Akupun mulai melangkah ke TKP.  "Mama kenapa yah? apa mamaku keseleo? atau mama tergelincir nginjak sabun?"  firasatku mulai gak enak.  "Apa ada yang ngintip mama? ahk, gak mungkin mama kan mandinya  sendiri bukan sama pengintip, ehk,,maksudku dirumah kan cuman ada kami berdua aja. "Ato jangan2 mamaku  jatuh kedalam sumur??!! :'( ku cepatkan langkah kakiku sambil mulai berdoa, seingatku aku hampir nangis. Ehk, tiba2 ingat, sumurnyakan kecil udah gitu ditutup rapat lagi, lagiankan  letak sumurnya dibelakang rumah bukan dikamar mandi.  hadehhh...
            Ahk, pikiranku semakin gak bisa ku kuasai, seiring berakhirnya pikiran jorok ku saat itu juga aku sampai tepat didepan pintu kamar mandinya. "Loh, pintunya masih terkunci" aku makin kuatir. "Maaa, mama didalam? mama kenapa? buka pintunya maaa..!!" teriakku sendu, tak sadar ntah kenapa ternyata ada air yang udah ngumpul dipucuk mataku, yang pasti bukan air kran ato air selokan depan rumahku.  Aku tak kuat menahan rasa kwatir ku, mungkin itu penyebab ada air itu dimataku, tepatnya itu airmata, bukan mata air. yup, aku menangis. :( "Maaa?" ku paksakan bicara lagi sambil mengetuk pintunya. " ntah perasaan apa ang berkecamuk dalam diriku, aku takut. aku takut terjadi apa2. Aku sayang mama.. :'(
            " Bukain pintunya dodol!! ngapain ngunciin mama dari luar?" jawab mama dari dalam. "Loh, kok bisa?" pikirku mengingat lagi. Ku buka cepat2 pintunya.
Mari yok pasang muka tak berdosa lagi, " Lama2 makin kurang ajar sama mama yaa?" semprot mama lagi sambil menjitak kepala ku. "Aaawww..w  sakit maaa..." :'(

My Cute Experience with Mom.. :*
By, Esra S.
Pend. Ekonomi UNIMED.

Jumat, 11 April 2014



BAB I
Loh, Tas ku mana..?

           
            Sekilas tentang aku, itung-itung flasback sebelum aku mulai cerita. Sebenarnya nama ku agak panjang,  alasan terjitu kepada orang tuaku mengapa ujian akhirku selalu jeblok karena kelamaan ngisi LJK, padahal mereka udah pasti tahu jawaban yang sebenarnya. :D Namun banyak nama-nama panggilan untuk ku, mulai dari panggilan aneh, menyindir dan mengejek, huh, but I know itu pasti panggilan sayang. hihi...
            Loh, bukan ini sebenarnya yang mau aku ungkapkan. :/ Okeh, singkatnya saja ya. Aku seorang putri dari orangtuaku, ehk maksudnya putri paling bungsu dari mereka. Oleh karena itu otak ku sedikit dangkal, alias lambat. Apa hubungannya?!!  Gak, maksudku begini, menurutku karena anak paling bontot, aku terlalu dimanja dan disayang mungkin karena inilah otakku sedikit susah jalannya dibandingkan kedua saudaraku.. ( gak masuk akal sebenarnya ). Mulai bertumbuh dari dini, selalu banyak kelakuan aneh olehku. Kupikir karena sistem bekerja otakku yang kurang maksimal sepertinya. :(
            Yang pertama, ini dia nih.. pengaruh lemotnya aku "malas belajar= malas sekolah" weleh-weleh.. malu sebenarnya cuy ngungkapinnya, hihi.. Tapi apa boleh buat, otak ku terasa letih saat dipakai mencerna pelajaran itu-ini yang tiada habis-habisnya. Apalagi ketemu Matematika, wiisss,,,  gak nafsu makan, susah nelan, susah napas, susah tidur, susah ngomong, bahkan sampai susah kedip, ( lebbay.. :D) nah, kalau udah gini siap-siap deh cari seribu dua  alasan buat gak sekolah. yah, mulai dari sakit kepala, tiba-tiba mual, perut mulas dan udah 3 atau 4 kali keluar masuk toilet. :D pertama nya sih manjur kayak air suci lama-kelamaan ketauan jugak ular ku sama mama dan papa ku. :'(
            Hari ini ada mata pelajaran Matematika, monster yang paling menjijikkan yang selalu menjadi parasit dibatin ku. Kejadian ini saat aku duduk di bangku SD kelas 4. Mulai bangun pagi, aku udah mulai gelisah, mulai galau dan dilema, napasku pun udah satu-satu, bukannya banyak-banyakin baca doa malah mutar siotak dangkal cari alasan apa sama mama biar gak sekolah dan ketemu si Matematika. :/ Dengan alasan sakit perut dan laporin ke mama kalau udah bolak-balek toilet sampai 3 kali, padahal cuma berdiam diri, duduk di  closet sambil kedap-kedipin mata, mainin air pakek gayung sambil mikirin apakah misi sukses atau tidak. Setelah meriksa itu-ini, pegang perutku bagain kanan kiri atas bawah samping tengah, macam USG ibu hamil,  Akhirnya keputusanpun di umumkan, bahwa mama tahu kalau putri bungsunya bohong lagi. huaaaaaa!!!  :'( Jalan terakhir masang mukak berlipat tujuh aja plus kuat-kuatin tangisan aja deh. "adek, gak mau' sekolah ma, ada pelajaran matematika hari ini kalau diganti jadi pelajaran PPKN  baru mau sekolah" kata-kata pembelaan yang cukup megharukan dari aku ke mama. hihi
Oohh.. sialnya mama gak peduli kata-kataku. Mama tetap mengganti baju ku, mempersiapkan semua perlengkapan ku, mengkucir dua rambutku, memakaikan ku sepatuku tak lupa selalu memakaikan ku jaket dan tidak lupa menyelipkan uang lima ratus rupiah ke saku jaketku, sempat buatku berhenti menangis sih sebenarnya lihat uangnya, :D tapi tiba-tiba ingat sekolah lagi, nangisnya lanjut lagi, itung-itung yang tadi cuma tarik napas aja,hihi...
            Sedih, mama membuat aku sekolah dengan cara paksa, mengomeli ku bahkan sempat mencubit lengan ku, apalagi papa gak ada dirumah, ntah kemana akupun lupa. sempat mau nyanyi nih " tangisan anak tiri" sih... hihhkzzz :(
tapi tetap aja aku gak mau gerak, berdiri diam sambil meraung-raung depan pintu adalah pilihan ku. Mama menyerah, mama berjalan kebelakang mungkin mau siap-siap buat pergi ngajar, ya mamaku juga seorang guru disekolahku, atau mungkin mama mau ambil golok buat motong leherku. tak tahulah.. Namun masih terdengar omelan dari balik sana, "bikin malu aja, ntah siapa kau tiru dirumah ini!!" kata-kata singkat tapi cukup menyakitkan hati, mau bunuh diri sih, cuma bingung gak ada gedung tinggi, masak loncat parit?? akhirnya batal niatnya. Tapi kata-kata mama mampu buat ku berubah, mungkin karena rasa sakit hatiku, ntah kekuatan darimana aku mau kesekolah. ku hapus air mata ku, ku raih tempat air minumku, warna nya biru bergambar barbie, tapi masih cantikan aku dari barbienya, ku hentakkan kaki ku, dan berdoa, salah.. maksudnya berteriak ke mama " Aku sekolah".  putar badan, melangkah dan berlalu.
            Ditengah perjalanan kesekolah seorang Ibu menertawaiku, sambil berkata gini nih.." ehk, Esra ketinggalan apalagi sampai pulang kerumah lagi? ketinggalan air minumnya ya? buru-buru karena dimarahi mama nya karena gak mau sekolah ya?"  masih ada ibu ember kayak dia, pikirku dalam hati. Ingin ku kampak kepalanya dan kurobek mulutnya sampai  belah tujuh saking kesalnya aku, mengingat dia adalah ibunya teman sekelasku yang juga murid terpandai dikelas, yang semakin membuatku mengamuk. Tanpa menghiraukan aku tetap melangkah, meninggalkan ibu yang sebaya dengan mamaku itu yang tetap saja ketawa-ketiwi melihatku. mungkin karena dia tahu, aku selalu malas sekolah. :/
            Sampainya sekolah, mulai nih masang-masang tampang tak terjadi sesuatu, senyum kiri senyum kanan, tegapkan badan, dan mulai pancarkan cahaya percaya diri. kan malu kalau sampai ketauan teman-teman. :D Sesampainya dikelas. Loh, kok ada perasaan yang tiba-tiba aneh ya, what's wrong?? aku kenapa? biasanya sampai dikelas letakin tas dan air minum, duduk sebentar atau ngobrol sama teman, kalau ada PR pasti langsung nyontek nunggu loncengnya bunyi. Hari ini beda sepertinya..
            Tanpa pikir panjang, ku hentak lagi kaki ku, dan mulai berlari kencang menuju rumah, berharap mama belum berangkat dan mengunci pintu rumah.  Aku melayang bak kijang jantan yang mengejar betinanya, kupelan sesaat melihat apakah ibu usil tadi di depan rumahnyamasih ada atau tidak. tak ada bray.. iiihaaa... :D, ku berlari sekencangnya lagi, hingga rok merah lipat-lipat ku kembang-kempis tak beraturan, untung masih kelas 4 SD, coba kalau sekarang, penampakan cuyy... ;)
            Maaaa... teriakku sampai dirumah, dengan napas hampir lepas mama malah memarahi ku, "katanya mau sekolah, tapi pulang lagi? minta di antukkan kurasa kepalamu itu ya" teriak mama sama ku, suaranya lebih keras dari yang tadi, bikin aku benar-benar ingin nyanyi tangisan anak tiri tadi.. :'(  "memang mau sekolah k0k maa.." jawab ku lirih,pelan sekali hampir tak terdengar lo..hihi.  mama menatapku penuh arti, kupikir ada belek dimataku atau upil dihidungku karena tadi mau sekolahnya cuci muka paksaan. " trus, kenapa pulang lagi"  sambung mama mulai merendah suarnya, sempat tinggi lagi kayak tadi, mungkin jadilah aku bunuh dirinya. :(
"Tas ku ketinggalan" ucapku setengah nyengir tanpa rasa berdosa. :D :D :D
"TAS???" mama melongo, dan aku pun beraksi lagi. :D

by: Esra Sitanggang
Pend. Ekonomi UNIMED