SORRY, donT said me
"Stupid" :(
Terlahir dengan
sempurna tanpa cacat sedikitpun seharusnya sudah menjadi kebanggaan buat ku,
bukan maksud tidak mensyukuri namun kadang kalanya aku berpikir bahwa otak dan
kemampuan ku tak sebaik tubuh ku :( Sering kali aku mulai berpikir bahwa semua
yang ku punya ini tak begitu indah jika tak dilengkapi otak cerdas
seperti orang-orang....... Presepsi yang salah sih
sebenarnya, kesannya aku menuntut lebih pada Sang Pencipta yang jelas2 tau apa
yang terbaik untuk ku.. :) Tapi ya, seperti itulah sifat manusiawi ku...
Ha...haa... lucu sebenarnya aku
mengungkapkan ini semua, tapi memang inilah caranya untuk memuaskan kemauan
hati,,, :D
Mengenai kebodohan, mungkin aku memang belum tahap akhir alias bloon... mungkin
mendekati sih kalo aku yang bilang, aduh.... gimana ya, sesuai kenyataan aku
itu lamban, lola, lemot, susah nangkap (sama aza sih semuanya..hihi) Dibanding
dengan teman2 ku yang lain atau kakak dan abang ku, aku merasa bahwa memang
kemampuan akademik otak ku dangkal. Kupikir semakin hari keburukan menangkapku
dan rangsangan otak ku semakin berubah membaik, tapi apa? menurut penelitian pribadi
ku ternyata hasilnya sama saja, justru malah kadang semakin memburuk.. :(
------
Gak ada alasan mereka
mengatakan aku pintar, cerdas atau apalah yang sama dengan hal itu.. yang aku
tau, mereka juga tau kalo kemampuan ku pas-pasan atau kurang dari itu.. mungkin
hanya mama seorang saja yang bilang bahwa aku adalah anak smart nya, dan aku
tau tak ada seorang ibupun yang rela putri nya dibilang bodoh, dan mungkin
setelah aku menjadi seorang ibu pun aku akan melakukan hal yang sama... :/
Bicara menerima atau tidak tentang ini, aku belum bisa jawab sih sebenarnya,
kadang aku bilang inilah berkat Tuhan dan aku
harus mensyukurinya, disisi lain aku sering mengutuki Tuhan dengan kemampuan ku yang seperti ini, dibalik
kekecewaan ku kadang juga aku akan sadar bahwa Tuhan yang tau apa yang terbaik
dengan ku dan hidupku... jadi intinya aku gak tau, jawabannya apa.. merasakan
iri mungkin udah menjadi sekumpulan virus dalam
diri ku, melihat mereka lebih paham,
lebih mengerti akan suatu hal yang sama sekali tak ku ketahui, seringkali buat
ku geram, kecewa dan menyesali diri, kemampuan mereka yang melebihi pengetahuan
dan pikiranku membuat aku merasa seorang asing
yang terpuruk dalam suatu waktu yang tiada henti... kadang membuat aku mual dan
ingin muntah ketika aku memaksakan diri dan terobsesi seperti mereka sementara kemampuan motorik otakku yang sangat minim tidak mendukung misi ku, ini SAKIT
namanya, sungguh sakittt.... :'(
Dimata mereka mungkin
melihat aku biasa saja dengan semua ini, mungkin merasa bahwa aku so WELL biarpun seperti ini, atau mungkin mereka justru merasa terhibur dengan kebodohan ku ini, yaa.. sering sekali mereka tertawa
karena kelambanan otak ku, merasa lucu dan menganggap aku akan lebih manis jika kebodohan ini kumat lagi dan lagi.... dan memang aku akan tersenyum, dengan respon mereka, tapi sebenarnya hati ini luka, sakit
sebenarnya di dalam, dibalik rasa sakit nya akan terukir tawa dibibirku,
padahal rasanya aku ingin lari, meninggalkan semua, menangis dan tertunduk malu
atau berteriak sekuat tenaga, tapi aku gak sanggup, aku akan memilih tertawa
atau memilih melanjutkan kelucuan ini, yang sebenarnya adalah kebodohanku dan
selalu begitu tanpa seorangpun yag tau teriakan hati ku.. :( meski kadang kala aku kelihatan kuat lagi
dengan hal ini, seringkali aku MENANGIS ketika
melihat hasil ujian ku yang jauh dibawah nilai
normal, apa tanggapan mereka aku gak tau..?? yang pasti aku akan tetap memilih
mengangis meski mereka gak tau apa maksud dari tangisan ku itu, intinya
menangis tak akan merubah kebodohan ku tapi hanya sekedar memberikan ku waktu
untuk melawan gejolak pedas dalam hati ku... :/
Banyak kalimat dan
kata-kata yang mendukung ku dalam hal ini, banyak buku yang kubaca tentang
bangkit dari hal demikian, banyak buku renungan yang ku koleksi agar bisa
mengambil hal positif dari hal
ini, banyak nasehat dari ortu yang membangun aku
mengenai hal ini, tapi sama saja, itu semua hanya membangkitkan ku sementara
saja, hanya memberikan ku semangat semu yang
ujung2 nya berakhir menyedihkan juga.. tapi ada
satu hal yang aku ingat dari nasehat sang MAMA, "lihat kemampuan mu dimana, teliti bakat
dan talenta mu yang sebenarnya itu dimana, kalo udah dapat, udah yakin, itu lah
kembangkan, HANYA ITU, maka bisalah kau BERHASIL, nak..."
???????????? ini kan selalu ku ingat ma, tapi sampai sekarang aku
gak tau dimana aku yang sebenarnya, aku gak tau mencari dimana pribadi ku yang
sesungguhnya, semua pengetahuan, pikiran, kemampuan, bakat, talenta yang
kupunya menurutku semua HANYA SETENGAH2 saja, gak ada yang full, yang memang bisa untuk ku
kembangkan. Hal ini buat ku mulai ragu, mungkin
memang gak ada kemampuan lebih yang aku punya.....?????????? :(
------
Mulai aku jadi
seorang pelajar, belajar merupakan hal yang paling aku benci. "Bisakah kita bermain saja??" kata2 yang
slalu aku lontarkan saat mama mulai
mengajari ku mengenal angka dan huruf, yaa.. kira2 aku masih berumur 5 tahun.
:)
Sedikit berbagi,
mulai belajar angka dan huruf sangatlah membosankan bagi ku, satu-satu nya alasan mengapa ortu ku mulai
menyekolahkan ku diusia pas 7 tahun, sementara kakak dan abangku disekolahkan
jauh dibawah umur 7 tahun, yaa mungkin karena kemampuan menangkap ku yang pas2an juga lah jawabnya. iyuwww..
Mengenal huruf meski susah
payah, aku masih cukup mampu untuk mengolahnya dalam otak ku, tapi bagaimana
dengan ANGKA?? mama akan selalu cerita betapa
sulitnya aku mengenenali dan mencerna angka, bagaimana BERHITUNG? membedakan angka 5 dan huruf S sekalipun perlu menguras
seluruh isi otak ku. :/ aku akan selalu
merengek agar mama mengajari aku huruf2 saja, dan menolak untuk belajar angka,
dan sekarang mama dan aku mengerti, itu semua udah jadi pertanda bahwa aku akan
lemah dalam bagian menghitung dan memang
hasilnya tak berbeda dari itu... :(
Aku akan selalu menolak untuk
mencintai bahkan hanya untuk mengetahui sedikit saja tentang MATEMATIKA. Ini merupakan musuh pertama ku semenjak aku mengenal yang
dinamakannya bangku sekolah. KEGAGALAN utama ku
ada pada Matematika yang sampai saat ini ku anggap sebagai SETAN perusak hidup. :/
Pernah sekali saat aku masih
kelas 2 SD, aku meminta satu hal rumit kepada mama ku. " ma, ada gak sekolah yang gak belajar MATEMATIKA? kalau ada, aku mau mama
sekolahkan disana aja ya..." hi,,hi,, permintaan konyol!! Tapi mama hanya
tersenyum dan menggelengkan kepalanya, mungkin karena mama mati akal dengan
pertanyaan ku atau mama bingung mau jawab apa dengan muka polos ku yang
menurutku masih tahap jujur2 nya. :D Emmmm... dan lagi2 aku menemukan
jawabannya kira-kira aku naik ke kelas 3 SMP ( kalo gak salah sih..) saat itu
aku bertanya apa pentingnya matematika pada abang ku, dan satu kalimat yang
buat aku makin terpuruk sampai saat ini adalah saat abang bilang bahwa "
Matematika adalah kunci dan induk dari semua pelajaran" huhhhff,,, ingin rasanya memaki
abang pada saat itu, apa karena dia mapan dalam berhitung hingga begitu angkuhnya
mengatakan itu pada ku?? apa dia gak menjaga perasaan ku?? aku gak tau, yang
pasti seiring berjalannya waktu, bukan hanya abang saja yang mengatakan seperti itu. :/
" Matematika itu penting, biar pun gak mendalam, setidaknya dasar nya saja yang HARUS dipahami" kata-kata abang ku lagi yang makin membuat
aku ingin pingsan lagi... Gak tau apa, mati-matian aku untuk mencintainya, tapi nonsen. justru makin benci!! Sering aku mencoba untuk
belajar, masih teringat olehku saat2 aku harus dipaksa untuk mengerjakan PR
matematika saat aku kelas 4 SD lalu. Ini menusuk perasaan ku, saat aku minta
diajari oleh abang ku mengenai PECAHAN.. betapa
sulitnya otak ku menerima angka-angka menjijikkan itu, betapa pusingnya kepala
ku saat mulai memutar balikkan semua soal-soal itu, betapa panasnya otak bagian
belakangku saat mulai memikirkan bagaimana cara untuk menemukan jawabannya..
berkali-kali mencoba, aku tetap tak bisa.
akhirnya aku memutuskan untuk berhenti. AKU MENYERAH. ku lepas pena ditangan ku, ku tundukkan kepala ku ke buku
merah maron di depanku.. saat itu, ada hentakan
keras mengalir dingin di kepala ku, yaaa.... Abangku MEMUKUL kepala ku lagi... Luka
dihatiku timbul lagi saat abang yang setau ku menyayangi aku memukul ku hanya
karena aku gagal dalam matematika.selalu begitu.
:'( aku menangis, tapi justru dibentak dan dikatakan BODOH. Mama merangkulku lagi dan mencoba menenangkan suasana,
menenangkan perasaan putri nya yang begitu HANCUR. sakit bukan karena dipukul tapi karena dikatakan Bodoh oleh abang ku..
:( :(
Mulai saat itu aku
berhenti belajar dengan abangku, aku akan memutuskan belajar dengan mama, atau
lebih memilih bermain dengan ayah ku.. :) belajar dengan mama lebih
menyenangkan daripada abang, hati nurani sang ibu lebih ku butuhkan saat2
sulitku seperti ini.. TAPI...
lagi2 mama ku kecewakan.. pernah,saat mama menjadi guru ku disekolah,
mama memanggilku kedepan dan memberikan satu soal matematika untuk ku kerjakan dipapan tulis, betapa kesal nya aku pada
mama saat itu, kenapa harus aku? masih banyak anak2 lain yang lebih mampu dari
aku, dan mama tau kemampuan ku sedikit dibawah rata2 tentang ini, mengapa mama menyuruh aku ?????? sebenarnya
soal ini sama bentuk dan modelnya dengan soal yang kami pelajari bersama
dirumah sebelumnya, hanya saja mama mengganti sedikit angka-angkanya. Tapi sama
saja AKU GAGAL.
ku coba dan kucoba lagi, mama pun membantu, sedih melihat betapa antusias nya mama mengarahkan ku mengerjakannya. tapi apa?
bukan soalnya yang dapat aku pecahkankan, tetapi kepalaku lah yang hampir pecah. Dan itu tanpa hasil lagi.ohhhh... :( Rasa jengkel mama yang sekaligus ibu guru ku
mengantarkan aku ke gerbang neraka penghukuman.
Mama menghukumku dikelas. mendirikan ku di kelas, dengan dipertontonkan 35
pasang mata teman2 ku yang lain... aku mengangis, menangis lepas selepas-lepasnya, Apa tidak
bisa mama mengistimewakan aku sedikit saja dari
murid2nya yang lain? benak ku disela tangisku. semakin aku menagis semakin kuat
mama mencubit lengan ku yang kecil, PERIH rasanya,, aku BENCI mama,
kata2 dalam hati ku yang beradu muncul dalam pikiran ku saat itu. Aku berlari
meninggalkan mama sepulang sekolah, dan berniat menjadikan mama MUSUH ketiga setelah matematika dan abangku. :'(
Menyedihkan saat menjadi
satu-satu nya anak mama yang punya nilai 5 pelajaran matematika.. maaf, aku sanggupnya sebatas itu
saja.
janji ku pada mama, " Nanti kalo aku gak bisa jadi anak yang sukses, biarkan aku jadi anak yang baik aja Ma" iyuwwww... ( janji apa'an seperti ini?) :)
Mengenai CITA-CITA
dan impian, anak idiotpun pasti punya, tak lain juga
hal nya aku, mulai aku kecil dan belum mengerti apa arti impian yang
sebenarnya, aku berharap kelak nanti aku akan menjadi seorang DOKTER, yaaa.. itulah impian pertama yang aku inginkan. Gak tau
alasan nya apa, mungkin karena aku menyukai sosok seorang dokter kesayangan ku,
atau karena aku selalu bolak-balik rumah sakit sehingga menumbuhkan anganku
untuk berada disana sebagai seorang dokter, aku gak tau, yang pasti aku
menginginkan itu. Tapi... CITA-CITA itu mulai pupus, seiring berjalannya waktu yang membawa aku kedalam
kenyataan bahwa tak ada seorang pun bisa jadi dokter jika kemampuannya rendah seperti aku. :( Tapi aku percaya TUHAN punya rencana mau jadi apakah
aku nanti....... :)
--------
Sampai saat ini, mengerikan membayangkan bagaimana aku harus memecahkan
persoalan-persoalan dalam tugas-tugas ku. Bagaimana aku menghadapinya nanti?
Rasa nya sesak kalo dihadapkan dengan ini semua.
Mulai aku SD, SMP, SMA, Bimbel, dan sampai sekarang aku Kuliah, hal ini masih
saja menjadi masalah hidup berat bagiku. Betapa
bahagianya mereka punya otak briliant... Ingin
rasanya seperti mereka, tapi mungkin hanya sebatas mimpi saja.. Mereka tak
mengerti.... :'(
Entah apa yang aku
pikirkan, aku melewati waktu hanya tetap seperti ini, adakah KEAJAIBAN membuat aku sedikit lebih BISA ..?
Bodohkah aku atau karena memang niat ku untuk
belajar telah MATI dengan semua kejadian2
ini...????
Sekarang semakin berat, semakin sesak... menjadi seorang mahasiswi yang seharusnya memiliki kemapuan intelektual yang semestinya. sementara aku..???
-------
Kini aku bergantung pada mereka... mereka yang baik menjadikan dirinya sebagai penolong maut ku tiap hari..
Kapan aku yang jadi penolong mereka..??? Jika nanti gak ada mereka? bisa kah aku ????
:(
Hari ini aku
memutuskan untuk menuliskan ini semua, saat SEORANG yang aku sayang
mempertanyakan keberadaan ku nantinya? aku rapuh, tak serapuh selama ini saat
dia mulai memikirkan aku tentang hal ini... "Kau mau jadi apa
nanti, kalo gini terus???" bagi mereka mungkin gampang untuk menjawab
pertanyaan simpel seperti ini, bagaimana dengan aku..??? Bagai ribuan paku menusuk hati ku saat kata2 itu terdengar oleh telinga ku. Aku sering
mendengar kata2 itu, mungkin dari ortu, kakak dan abang ku selama ini, tapi
kenapa baru kali ini aku merasakan ribuan kali
lipat sakitnya????
Gak ada kata yang bisa aku
lontarkan lagi pada saat itu, gak ada adegan pembelaan dari mulut ku lagi saat
kata2 itu mengalir dalam tubuhku. AKU TERDIAM. Ingin
ku menangis, tapi itu percuma... Menangis gak jadi buat aku pintar!!! :(
ooohhh esraa....
betapa kecilnya kamu. Bagaimana bisa, Dia
lebih memikirkan mu dibanding dirimu sendiri..?????
Ingin rasanya menjadi yang terbaik
di hadapannya, tapi bagaimana mungkin?? aku hanya akan MEREPOTKAN,
MEMINTA TOLONG dan
apalah sebagainya. masih bisakah aku tertawa
saat mendengar itu semua?? Masih pantaskah aku disebut orang spesial baginya??
Darah ini terasa dingin, memikirkan kembali kalimat singkat itu.. sekecil ini kah
aku??? SESAK rasanya aku gak bisa melakukan
apa-apa untuk menolongnya, dengan pikiran ku yang dangkal ini, apa yang bisa aku kerjakan?? aku hanya akan membuat
berantakan. seakan otak ku gak sampai untuk itu.. :'( lebih baik pergi menghindar daripada lebih mengecewakan
mereka dengan kebodohanku ku ini yang nantinya merusak semua nya................... :'(
Siapa yang harus disalahkan disini, haruskah aku mengutuk Tuhan yang udah begitu baik pada
ku?? haruskah aku mencoba belajar lagi dengan sisa2 tenaga ku?? AKU HARUS APA???? Tolong beritau aku.... :'(
Maaf.. aku belum bisa jadi apa-apa saat
ini........
Tolong aku Tuhan, Rancanglah masa depan ku
sebaik-baiknya. Layakkan aku untuk menyatakan mimpi2 ku.. Biarkan aku belajar
dan belajar lagi, izinkan aku menunjukkan bagi mereka, bahwa aku bisa..bantu
aku agar tetap bersyukur dan berterimakasih atas
semua keadaan apa pun yang Tuhan berikan. Sanggupkan aku untuk selalu tersenyum dalam semua tantangan ini.. Pakai aku Tuhan walaupun dengan otak
sedangkal ini... Beri aku waktu Tuhan untuk
menjadi yang terbaik bagi semua...... KU MOHON..... :'(
Bentuklah aku TUHAN,
Aku mau jadi Pribadi
Yang MANIS.. :D