Pages

Kamis, 28 November 2013



I can see you if you are not with me
I can say to my self if you are okay
I can feel you if you are not with me
I can reach you my self, you show me the way

“ bob” suara itu membuyarkaan lamunanku, ia itu suara gadis ku, Dina. Wanita periang tapi bandalnya gak ketulungan men. Orang orang bilang sih dia manis but I love her, hubungan kami udah terjalin cukup lama kebetulan kami kuliah di universitas dan jurusan yang sama dan gila nya kami berada di kelas yang sama.oh god mau jadi apa nanti???
Tapi sepanjang hubungan kami, hari ini ntah kenapa terasa berbeda, waktu seakan berjalan cepat. Ingin kumaki mentari yang terlalu cepat menutupi wajahnya dengan kegelapan malam, aku merindukan nya walaupun jaraknya hanya sejengkal dariku, aku merasa akan ada sesuatu yang hilang,kupeluk tubuh mungil nya seakan aku akan merindukan saat- saat seperti ini. Oh God aku kenapa???
Segera ku stater motor ku untuk mengantarkannya pulang, lagian langit sudah mulai mengeluarkan suara gemuruhnya pertanda langit akan kembali menangis malam ini. Terasa nyaman saat kedua tangannya mendekap tubuhku dari belakang, kupacu motor ku agar tidak kehujanan pikir ku walaupun sebenarnya aku pengen berlama- lama dengan keadaan seperti ini, kunikmati setiap detik jalan yang kami lalui sampai akhirnya kami sampai dikos nya. Kusuruh dia turun dan sekali lagi kuperhatikan wajah ayunya itu. Senyumnya malam ini berbeda, lebih manis dari biasanya gak heran sih karena ambisinya pengen selalu jadi yang termanis buat semua orang. Kulayangkan sebuah kecupan di keningnya, dan kubisikan kata cinta di telinganya. Tapi kali ini dia membalas kata cintaku, tidak seperti biasanya karena biasanya dia hanya membalasnya dengan mengatakan “oh” atau “udah tau”. Iya dia berbeda.
Setelah dia pamit untuk masuk kembali kujalankan motorku, ingin secepatnya aku sampai dirumah, membayangkan  makanan enak yang telah menungguku untuk dimakan dan kasur empuk yang sudah menjerit dari tadi untuk kutiduri, kuperhatikan sekelilingku. What?? Baru kali ini lalu lintas kota Medan yang sepi, lampu- lampu iklan yang gemerlapan seakan membiarkan aku menikmati malam ini sendiri, dan rintik hujan mulai turun dan membuyarkan lamunan ku seakan iri dan idak membiarkanku menikmati keindahan malam ini.
Kupacu motorku agak tidak terlalu basah kuyup nantinya pikirku tapi di perempatan lampu merah itu samar- samar kulihat cahaya menghampiriku….

*Gelap, ringan, sunyi, huh nyaman bisik ku dalam hati. Tersadar aku sekarang dimana, motorku dimana, kenapa sunyi dan gelap ini berbeda, kaki ku seakan tidak mempunyai dasar untuk bertumpuh. Mana cahaya indah tadi, mana rintik- rintik hujan tadi Tanya ku dalam hati. Gak tau berapa lama aku dalam keadaan seperti ini, aku bagaikan diruang hampa, melayang. aku buta tidak bisa melihat apa- apa. Tidak mungkin aku buta pikir ku.
Perlahan kulihat ada setitik cahaya dari arah kejauhan, terima kasih Tuhan ternyata aku tidak buta bisik ku dalam hati. Kudatangi sumber cahaya itu dengan sedikit berlari namun masih saja aku tidak bisa merasakan dasar untuk berpijak, bumi seakan benci terhadapku sehingga tidak membiarkan tubuhnya untuk kupijak, tapi aku tidak ambil pusing berusaha aku mengapai cahaya itu yang tidak lain adalah kerumunan manusia. Aku tidak tau apa yang dikerumuni mereka. Kucoba menanyakan ada apa ini tapi taka da jawaban bahkan menoleh kepada ku pun tidak.
Kuterobos kerumunan itu namun ini juga terasa berbeda, serasa sangat mudah aku melewati kerumunan itu “ mungkin aku tambah langsing” pikir ku. Kembali aku bertanya apa yang sebenarnya terjadi namun tetap saja jawaban yang sama yang kuterima, mata mereka hanya tertuju pada sosok yang terbaring itu. “dia siapa” pikir ku, kuperhatikan wajahnya, yah aku seperti mengenalinya, dia sangat mirip denganku. Sejak kapan aku punya saudara kandung pikir ku? Apa yang terjadi padaku, siapa dia. Otak ku sakit memikirkannya. Aku tidak ingat apa- apa, aku hanya mengingat persimpangan dan cahaya itu.
Namun dari belakang ada seorang gadis berteriak memanggil namaku, ia aku melihatnya dia dina gadis ku, dia berlari sambil menangis menghampiriku. Kurengangkan tangan dalam posisi ingin memeluknya” oh this is my girl” tapi apa yang kulihat,m oh god dia melewatkan ku, dia menangisi pria itu sambil memanggil namaku. “aku disini sayang” teriaku. Dia gadis ku, ada apa ini, apa yang terjadi.
Kulihat 2 pria berjubah putih berdiri disamping ku dan berkata “ sudah waktunya”. “sudah waktunya apa, kemana??” tanyaku. “sudah waktunya meninggalkan dunia dan pergi kerumah Bapa, dia sudah menunggumu anak ku” ucapnya
Sampai sekarang aku masih belum tau apa yang terjadi
“aku disini, aku disini dina”

karya: andi eko tanjung, seorang mahasiswa jurusan Pend.Ekonomi di UNIMED
          

curahan hati



SORRY, donT  said me "Stupid" :(


          Terlahir dengan sempurna tanpa cacat sedikitpun seharusnya sudah menjadi kebanggaan buat ku, bukan maksud tidak mensyukuri namun kadang kalanya aku berpikir bahwa otak dan kemampuan ku tak sebaik tubuh ku :( Sering kali aku mulai berpikir bahwa semua yang ku punya ini tak begitu indah jika tak dilengkapi otak cerdas seperti orang-orang....... Presepsi yang salah sih sebenarnya, kesannya aku menuntut lebih pada Sang Pencipta yang jelas2 tau apa yang terbaik untuk ku.. :) Tapi ya, seperti itulah sifat manusiawi ku...
          Ha...haa... lucu sebenarnya aku mengungkapkan ini semua, tapi memang inilah caranya untuk memuaskan kemauan hati,,, :D

          Mengenai
kebodohan, mungkin aku memang belum tahap akhir alias bloon... mungkin mendekati sih kalo aku yang bilang, aduh.... gimana ya, sesuai kenyataan aku itu lamban, lola, lemot, susah nangkap (sama aza sih semuanya..hihi) Dibanding dengan teman2 ku yang lain atau kakak dan abang ku, aku merasa bahwa memang kemampuan akademik otak ku dangkal.  Kupikir semakin hari keburukan menangkapku dan rangsangan otak ku semakin berubah membaik, tapi apa? menurut penelitian pribadi ku ternyata hasilnya sama saja, justru malah kadang semakin memburuk.. :(
                                                          ------
          Gak ada alasan mereka mengatakan aku pintar, cerdas atau apalah yang sama dengan hal itu.. yang aku tau, mereka juga tau kalo kemampuan ku pas-pasan atau kurang dari itu.. mungkin hanya mama seorang saja yang bilang bahwa aku adalah anak smart nya, dan aku tau tak ada seorang ibupun yang rela putri nya dibilang bodoh, dan mungkin setelah aku menjadi seorang ibu pun aku akan melakukan hal yang sama... :/
          Bicara menerima atau tidak tentang ini, aku belum bisa jawab sih sebenarnya, kadang aku bilang inilah berkat Tuhan dan aku harus mensyukurinya, disisi lain aku sering mengutuki Tuhan dengan kemampuan ku yang seperti ini, dibalik kekecewaan ku kadang juga aku akan sadar bahwa Tuhan yang tau apa yang terbaik dengan ku dan hidupku... jadi intinya aku gak tau, jawabannya apa.. merasakan iri mungkin udah menjadi sekumpulan virus dalam diri ku,  melihat mereka lebih paham, lebih mengerti akan suatu hal yang sama sekali tak ku ketahui, seringkali buat ku geram, kecewa dan menyesali diri, kemampuan mereka yang melebihi pengetahuan dan pikiranku membuat aku merasa seorang asing yang terpuruk dalam suatu waktu yang tiada henti... kadang membuat aku mual dan ingin muntah ketika aku memaksakan diri dan terobsesi seperti mereka sementara kemampuan motorik otakku yang sangat minim tidak mendukung misi ku, ini SAKIT namanya, sungguh sakittt.... :'(

          Dimata mereka mungkin melihat aku biasa saja dengan semua ini, mungkin merasa bahwa aku so WELL biarpun seperti ini, atau mungkin mereka justru merasa terhibur dengan kebodohan ku ini, yaa.. sering sekali mereka tertawa karena kelambanan otak ku, merasa lucu dan menganggap aku akan lebih manis jika kebodohan ini  kumat lagi dan lagi.... dan memang aku akan tersenyum, dengan respon mereka, tapi sebenarnya hati ini luka, sakit sebenarnya di dalam, dibalik rasa sakit nya akan terukir tawa dibibirku, padahal rasanya aku ingin lari, meninggalkan semua, menangis dan tertunduk malu atau berteriak sekuat tenaga, tapi aku gak sanggup, aku akan memilih tertawa atau memilih melanjutkan kelucuan ini, yang sebenarnya adalah kebodohanku dan selalu begitu tanpa seorangpun yag tau teriakan hati ku.. :(  meski kadang kala aku kelihatan kuat lagi dengan hal ini, seringkali aku MENANGIS ketika melihat hasil ujian ku yang jauh dibawah nilai normal, apa tanggapan mereka aku gak tau..?? yang pasti aku akan tetap memilih mengangis meski mereka gak tau apa maksud dari tangisan ku itu, intinya menangis tak akan merubah kebodohan ku tapi hanya sekedar memberikan ku waktu untuk melawan gejolak pedas dalam hati ku... :/
          Banyak kalimat dan kata-kata yang mendukung ku dalam hal ini, banyak buku yang kubaca tentang bangkit dari hal demikian, banyak buku renungan yang ku koleksi agar bisa mengambil hal positif dari hal ini, banyak nasehat dari ortu yang membangun aku mengenai hal ini, tapi sama saja, itu semua hanya membangkitkan ku sementara saja, hanya memberikan ku semangat semu yang ujung2 nya berakhir menyedihkan juga.. tapi ada satu hal yang aku ingat dari nasehat sang MAMA,  "lihat kemampuan mu dimana, teliti bakat dan talenta mu yang sebenarnya itu dimana, kalo udah dapat, udah yakin, itu lah kembangkan, HANYA ITU, maka bisalah kau BERHASIL, nak..."
???????????? ini kan selalu ku ingat ma, tapi sampai sekarang aku gak tau dimana aku yang sebenarnya, aku gak tau mencari dimana pribadi ku yang sesungguhnya, semua pengetahuan, pikiran, kemampuan, bakat, talenta yang kupunya menurutku semua HANYA SETENGAH2 saja, gak ada yang full, yang memang bisa untuk ku kembangkan. Hal ini buat ku mulai ragu, mungkin memang gak ada kemampuan lebih yang aku punya.....?????????? :(
                                                          ------
          Mulai aku jadi seorang pelajar, belajar merupakan hal yang paling aku benci. "Bisakah kita bermain saja??" kata2 yang slalu  aku lontarkan saat mama mulai mengajari ku mengenal angka dan huruf, yaa.. kira2 aku masih berumur 5 tahun. :)
          Sedikit berbagi, mulai belajar angka dan huruf sangatlah membosankan bagi ku, satu-satu nya alasan mengapa ortu ku mulai menyekolahkan ku diusia pas 7 tahun, sementara kakak dan abangku disekolahkan jauh dibawah umur 7 tahun, yaa mungkin karena kemampuan menangkap ku yang pas2an juga lah jawabnya. iyuwww..
          Mengenal huruf meski susah payah, aku masih cukup mampu untuk mengolahnya dalam otak ku, tapi bagaimana dengan
ANGKA?? mama akan selalu cerita betapa sulitnya aku mengenenali dan mencerna angka, bagaimana BERHITUNG? membedakan angka 5 dan huruf S sekalipun perlu menguras seluruh isi otak ku. :/  aku akan selalu merengek agar mama mengajari aku huruf2 saja, dan menolak untuk belajar angka, dan sekarang mama dan aku mengerti, itu semua udah jadi pertanda bahwa aku akan lemah dalam bagian menghitung dan memang hasilnya tak berbeda dari itu... :(
          Aku akan selalu menolak untuk mencintai bahkan hanya untuk mengetahui sedikit saja tentang
MATEMATIKA. Ini merupakan musuh pertama ku semenjak aku mengenal yang dinamakannya bangku sekolah. KEGAGALAN utama ku ada pada Matematika yang sampai saat ini ku anggap sebagai SETAN perusak hidup. :/

          Pernah sekali saat aku masih kelas 2 SD, aku meminta satu hal rumit kepada mama ku. " ma, ada gak
sekolah yang gak belajar MATEMATIKA? kalau ada, aku mau mama sekolahkan disana aja ya..." hi,,hi,, permintaan konyol!! Tapi mama hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, mungkin karena mama mati akal dengan pertanyaan ku atau mama bingung mau jawab apa dengan muka polos ku yang menurutku masih tahap jujur2 nya. :D Emmmm... dan lagi2 aku menemukan jawabannya kira-kira aku naik ke kelas 3 SMP ( kalo gak salah sih..) saat itu aku bertanya apa pentingnya matematika pada abang ku, dan satu kalimat yang buat aku makin terpuruk sampai saat ini adalah saat abang bilang bahwa " Matematika adalah kunci dan induk dari semua pelajaran" huhhhff,,, ingin rasanya memaki abang pada saat itu, apa karena dia mapan dalam berhitung hingga begitu angkuhnya mengatakan itu pada ku?? apa dia gak menjaga perasaan ku?? aku gak tau, yang pasti seiring berjalannya waktu, bukan hanya abang saja  yang mengatakan seperti itu. :/

          " Matematika itu
penting, biar pun gak mendalam, setidaknya dasar nya saja yang HARUS dipahami" kata-kata abang ku lagi yang makin membuat aku ingin pingsan lagi... Gak tau apa, mati-matian aku untuk mencintainya, tapi nonsen. justru makin benci!! Sering aku mencoba untuk belajar, masih teringat olehku saat2 aku harus dipaksa  untuk mengerjakan PR matematika saat aku kelas 4 SD lalu. Ini menusuk perasaan ku, saat aku minta diajari oleh abang ku mengenai PECAHAN.. betapa sulitnya otak ku menerima angka-angka menjijikkan itu, betapa pusingnya kepala ku saat mulai memutar balikkan semua soal-soal itu, betapa panasnya otak bagian belakangku saat mulai memikirkan bagaimana cara untuk menemukan jawabannya.. berkali-kali mencoba, aku tetap tak bisa. akhirnya aku memutuskan untuk berhenti. AKU MENYERAH. ku lepas pena ditangan ku, ku tundukkan kepala ku ke buku merah maron di depanku.. saat itu, ada hentakan keras mengalir dingin di kepala ku, yaaa.... Abangku MEMUKUL kepala ku lagi... Luka dihatiku timbul lagi saat abang yang setau ku menyayangi aku memukul ku hanya karena aku gagal dalam matematika.selalu begitu. :'( aku menangis, tapi justru dibentak dan dikatakan BODOH. Mama merangkulku lagi dan mencoba menenangkan suasana, menenangkan perasaan putri nya yang begitu HANCUR. sakit bukan karena dipukul tapi karena dikatakan Bodoh oleh abang ku.. :( :(
          Mulai saat itu aku berhenti belajar dengan abangku, aku akan memutuskan belajar dengan mama, atau lebih memilih bermain dengan ayah ku.. :) belajar dengan mama lebih menyenangkan daripada abang, hati nurani sang ibu lebih ku butuhkan saat2 sulitku seperti ini.. TAPI... lagi2 mama ku kecewakan..  pernah,saat mama menjadi guru ku disekolah, mama memanggilku kedepan dan memberikan satu soal matematika untuk ku kerjakan dipapan tulis, betapa kesal nya aku pada mama saat itu, kenapa harus aku? masih banyak anak2 lain yang lebih mampu dari aku, dan mama tau kemampuan ku sedikit dibawah rata2 tentang ini, mengapa mama menyuruh aku ?????? sebenarnya soal ini sama bentuk dan modelnya dengan soal yang kami pelajari bersama dirumah sebelumnya, hanya saja mama mengganti sedikit angka-angkanya. Tapi sama saja AKU GAGAL. ku coba dan kucoba lagi, mama pun membantu, sedih melihat betapa antusias nya mama mengarahkan ku mengerjakannya. tapi apa? bukan soalnya yang dapat aku pecahkankan, tetapi kepalaku lah yang hampir pecah. Dan itu tanpa hasil lagi.ohhhh... :(  Rasa jengkel mama yang sekaligus ibu guru ku mengantarkan aku ke gerbang neraka penghukuman. Mama menghukumku dikelas. mendirikan ku di kelas, dengan dipertontonkan 35 pasang mata teman2 ku yang lain... aku mengangis,  menangis lepas selepas-lepasnya, Apa tidak bisa mama mengistimewakan aku sedikit saja dari murid2nya yang lain? benak ku disela tangisku. semakin aku menagis semakin kuat mama mencubit lengan ku yang kecil, PERIH rasanya,, aku BENCI mama, kata2 dalam hati ku yang beradu muncul dalam pikiran ku saat itu. Aku berlari meninggalkan mama sepulang sekolah, dan berniat menjadikan mama MUSUH ketiga setelah matematika dan abangku. :'(

          Menyedihkan saat menjadi satu-satu nya anak mama yang punya
nilai 5 pelajaran matematika.. maaf, aku sanggupnya sebatas itu saja.
janji ku pada mama, " Nanti kalo aku gak bisa jadi anak yang
sukses, biarkan aku jadi anak yang baik aja Ma" iyuwwww... ( janji apa'an seperti ini?) :)
          Mengenai CITA-CITA dan impian, anak idiotpun pasti punya, tak lain juga hal nya aku, mulai aku kecil dan belum mengerti apa arti impian yang sebenarnya, aku berharap kelak nanti aku akan menjadi seorang DOKTER, yaaa.. itulah impian pertama yang aku inginkan. Gak tau alasan nya apa, mungkin karena aku menyukai sosok seorang dokter kesayangan ku, atau karena aku selalu bolak-balik rumah sakit sehingga menumbuhkan anganku untuk berada disana sebagai seorang dokter, aku gak tau, yang pasti aku menginginkan itu. Tapi... CITA-CITA itu mulai pupus, seiring berjalannya waktu yang membawa aku kedalam kenyataan bahwa tak ada seorang pun bisa jadi dokter jika kemampuannya rendah seperti aku. :( Tapi aku percaya TUHAN punya rencana mau jadi apakah aku nanti....... :)
                                                          --------
          Sampai saat ini,
mengerikan membayangkan bagaimana aku harus memecahkan persoalan-persoalan dalam tugas-tugas ku. Bagaimana aku menghadapinya nanti? Rasa nya sesak kalo dihadapkan dengan ini semua. Mulai aku SD, SMP, SMA, Bimbel, dan sampai sekarang aku Kuliah, hal ini masih saja menjadi masalah hidup berat bagiku. Betapa bahagianya mereka punya otak briliant... Ingin rasanya seperti mereka, tapi mungkin hanya sebatas mimpi saja..  Mereka tak mengerti.... :'(

          Entah apa yang aku pikirkan, aku melewati waktu hanya tetap seperti ini, adakah KEAJAIBAN membuat aku sedikit lebih BISA ..?
Bodohkah aku atau karena memang
niat ku untuk belajar telah MATI dengan semua kejadian2 ini...????
         
          Sekarang semakin berat, semakin sesak... menjadi seorang mahasiswi yang seharusnya memiliki kemapuan intelektual yang semestinya. sementara aku..???
                                                          -------
         
          Kini aku bergantung pada mereka... mereka yang baik menjadikan dirinya sebagai penolong maut ku tiap hari..  Kapan aku yang jadi penolong mereka..???  Jika nanti gak ada mereka? bisa kah aku ???? :(


          Hari ini aku memutuskan untuk menuliskan ini semua, saat SEORANG yang aku sayang mempertanyakan keberadaan ku nantinya? aku rapuh, tak serapuh selama ini saat dia mulai memikirkan aku tentang hal ini... "Kau mau jadi apa nanti, kalo gini terus???"  bagi mereka mungkin gampang untuk menjawab pertanyaan simpel seperti ini, bagaimana dengan aku..??? Bagai ribuan paku menusuk hati ku saat kata2 itu terdengar oleh telinga ku. Aku sering mendengar kata2 itu, mungkin dari ortu, kakak dan abang ku selama ini, tapi kenapa baru kali ini aku merasakan ribuan kali lipat sakitnya????
          Gak ada kata yang bisa aku lontarkan lagi pada saat itu, gak ada adegan pembelaan dari mulut ku lagi saat kata2 itu mengalir dalam tubuhku.
AKU TERDIAM. Ingin ku menangis, tapi itu percuma... Menangis gak jadi buat aku pintar!!! :(


          ooohhh esraa.... betapa kecilnya kamu. Bagaimana bisa, Dia lebih memikirkan mu dibanding dirimu sendiri..?????
 
          Ingin rasanya menjadi yang
terbaik di hadapannya, tapi bagaimana mungkin?? aku hanya akan MEREPOTKAN, MEMINTA TOLONG dan apalah sebagainya. masih bisakah aku tertawa saat mendengar itu semua?? Masih pantaskah aku disebut orang spesial baginya??
 
          Darah ini terasa
dingin, memikirkan kembali kalimat singkat itu.. sekecil ini kah aku??? SESAK rasanya aku gak bisa melakukan apa-apa untuk menolongnya, dengan pikiran ku yang dangkal ini, apa yang bisa aku kerjakan?? aku hanya akan membuat berantakan. seakan otak ku gak sampai untuk itu.. :'( lebih baik pergi menghindar daripada lebih mengecewakan mereka dengan kebodohanku ku ini yang nantinya merusak semua nya................... :'(

          Siapa yang harus
disalahkan disini, haruskah aku mengutuk Tuhan yang udah begitu baik pada ku?? haruskah aku mencoba belajar lagi dengan sisa2 tenaga ku??  AKU HARUS APA???? Tolong beritau aku.... :'(
Maaf.. aku belum bisa jadi apa-apa saat ini........


          Tolong aku Tuhan, Rancanglah masa depan ku sebaik-baiknya. Layakkan aku untuk menyatakan mimpi2 ku.. Biarkan aku belajar dan belajar lagi, izinkan aku menunjukkan bagi mereka, bahwa aku bisa..bantu aku agar tetap bersyukur dan berterimakasih atas semua keadaan apa pun yang Tuhan berikan. Sanggupkan aku untuk selalu tersenyum dalam semua tantangan ini..   Pakai aku Tuhan walaupun dengan otak sedangkal ini... Beri aku waktu Tuhan untuk menjadi yang terbaik bagi semua...... KU MOHON..... :'(

          Bentuklah aku TUHAN,
                   Aku mau jadi Pribadi Yang  
MANIS.. :D

Minggu, 20 Oktober 2013

this my new blog,,, :)
for the first time let me introduce my self as the most beautiful girl around the world,, hahaha. kidding but truely around this galaxy (lebay).
ok my name is Esra Sitanggang, I live at sumbul north sumatra but for this time I was do my study at State University of Medan.
People said that like korean actrees, hahaha
but i think so, you know Geum Jan Di at bbf korea film???   yes she is like me.. beauty right??
actually i'm a simple one, friendly, and also handily, but my friend said that im very naughty, they must be lie right?
ohh no my batterai is running low
i think thats all for today..
thanks for visit my new blog
and pliss join my circle

Thanks