Pages

Jumat, 11 April 2014



BAB I
Loh, Tas ku mana..?

           
            Sekilas tentang aku, itung-itung flasback sebelum aku mulai cerita. Sebenarnya nama ku agak panjang,  alasan terjitu kepada orang tuaku mengapa ujian akhirku selalu jeblok karena kelamaan ngisi LJK, padahal mereka udah pasti tahu jawaban yang sebenarnya. :D Namun banyak nama-nama panggilan untuk ku, mulai dari panggilan aneh, menyindir dan mengejek, huh, but I know itu pasti panggilan sayang. hihi...
            Loh, bukan ini sebenarnya yang mau aku ungkapkan. :/ Okeh, singkatnya saja ya. Aku seorang putri dari orangtuaku, ehk maksudnya putri paling bungsu dari mereka. Oleh karena itu otak ku sedikit dangkal, alias lambat. Apa hubungannya?!!  Gak, maksudku begini, menurutku karena anak paling bontot, aku terlalu dimanja dan disayang mungkin karena inilah otakku sedikit susah jalannya dibandingkan kedua saudaraku.. ( gak masuk akal sebenarnya ). Mulai bertumbuh dari dini, selalu banyak kelakuan aneh olehku. Kupikir karena sistem bekerja otakku yang kurang maksimal sepertinya. :(
            Yang pertama, ini dia nih.. pengaruh lemotnya aku "malas belajar= malas sekolah" weleh-weleh.. malu sebenarnya cuy ngungkapinnya, hihi.. Tapi apa boleh buat, otak ku terasa letih saat dipakai mencerna pelajaran itu-ini yang tiada habis-habisnya. Apalagi ketemu Matematika, wiisss,,,  gak nafsu makan, susah nelan, susah napas, susah tidur, susah ngomong, bahkan sampai susah kedip, ( lebbay.. :D) nah, kalau udah gini siap-siap deh cari seribu dua  alasan buat gak sekolah. yah, mulai dari sakit kepala, tiba-tiba mual, perut mulas dan udah 3 atau 4 kali keluar masuk toilet. :D pertama nya sih manjur kayak air suci lama-kelamaan ketauan jugak ular ku sama mama dan papa ku. :'(
            Hari ini ada mata pelajaran Matematika, monster yang paling menjijikkan yang selalu menjadi parasit dibatin ku. Kejadian ini saat aku duduk di bangku SD kelas 4. Mulai bangun pagi, aku udah mulai gelisah, mulai galau dan dilema, napasku pun udah satu-satu, bukannya banyak-banyakin baca doa malah mutar siotak dangkal cari alasan apa sama mama biar gak sekolah dan ketemu si Matematika. :/ Dengan alasan sakit perut dan laporin ke mama kalau udah bolak-balek toilet sampai 3 kali, padahal cuma berdiam diri, duduk di  closet sambil kedap-kedipin mata, mainin air pakek gayung sambil mikirin apakah misi sukses atau tidak. Setelah meriksa itu-ini, pegang perutku bagain kanan kiri atas bawah samping tengah, macam USG ibu hamil,  Akhirnya keputusanpun di umumkan, bahwa mama tahu kalau putri bungsunya bohong lagi. huaaaaaa!!!  :'( Jalan terakhir masang mukak berlipat tujuh aja plus kuat-kuatin tangisan aja deh. "adek, gak mau' sekolah ma, ada pelajaran matematika hari ini kalau diganti jadi pelajaran PPKN  baru mau sekolah" kata-kata pembelaan yang cukup megharukan dari aku ke mama. hihi
Oohh.. sialnya mama gak peduli kata-kataku. Mama tetap mengganti baju ku, mempersiapkan semua perlengkapan ku, mengkucir dua rambutku, memakaikan ku sepatuku tak lupa selalu memakaikan ku jaket dan tidak lupa menyelipkan uang lima ratus rupiah ke saku jaketku, sempat buatku berhenti menangis sih sebenarnya lihat uangnya, :D tapi tiba-tiba ingat sekolah lagi, nangisnya lanjut lagi, itung-itung yang tadi cuma tarik napas aja,hihi...
            Sedih, mama membuat aku sekolah dengan cara paksa, mengomeli ku bahkan sempat mencubit lengan ku, apalagi papa gak ada dirumah, ntah kemana akupun lupa. sempat mau nyanyi nih " tangisan anak tiri" sih... hihhkzzz :(
tapi tetap aja aku gak mau gerak, berdiri diam sambil meraung-raung depan pintu adalah pilihan ku. Mama menyerah, mama berjalan kebelakang mungkin mau siap-siap buat pergi ngajar, ya mamaku juga seorang guru disekolahku, atau mungkin mama mau ambil golok buat motong leherku. tak tahulah.. Namun masih terdengar omelan dari balik sana, "bikin malu aja, ntah siapa kau tiru dirumah ini!!" kata-kata singkat tapi cukup menyakitkan hati, mau bunuh diri sih, cuma bingung gak ada gedung tinggi, masak loncat parit?? akhirnya batal niatnya. Tapi kata-kata mama mampu buat ku berubah, mungkin karena rasa sakit hatiku, ntah kekuatan darimana aku mau kesekolah. ku hapus air mata ku, ku raih tempat air minumku, warna nya biru bergambar barbie, tapi masih cantikan aku dari barbienya, ku hentakkan kaki ku, dan berdoa, salah.. maksudnya berteriak ke mama " Aku sekolah".  putar badan, melangkah dan berlalu.
            Ditengah perjalanan kesekolah seorang Ibu menertawaiku, sambil berkata gini nih.." ehk, Esra ketinggalan apalagi sampai pulang kerumah lagi? ketinggalan air minumnya ya? buru-buru karena dimarahi mama nya karena gak mau sekolah ya?"  masih ada ibu ember kayak dia, pikirku dalam hati. Ingin ku kampak kepalanya dan kurobek mulutnya sampai  belah tujuh saking kesalnya aku, mengingat dia adalah ibunya teman sekelasku yang juga murid terpandai dikelas, yang semakin membuatku mengamuk. Tanpa menghiraukan aku tetap melangkah, meninggalkan ibu yang sebaya dengan mamaku itu yang tetap saja ketawa-ketiwi melihatku. mungkin karena dia tahu, aku selalu malas sekolah. :/
            Sampainya sekolah, mulai nih masang-masang tampang tak terjadi sesuatu, senyum kiri senyum kanan, tegapkan badan, dan mulai pancarkan cahaya percaya diri. kan malu kalau sampai ketauan teman-teman. :D Sesampainya dikelas. Loh, kok ada perasaan yang tiba-tiba aneh ya, what's wrong?? aku kenapa? biasanya sampai dikelas letakin tas dan air minum, duduk sebentar atau ngobrol sama teman, kalau ada PR pasti langsung nyontek nunggu loncengnya bunyi. Hari ini beda sepertinya..
            Tanpa pikir panjang, ku hentak lagi kaki ku, dan mulai berlari kencang menuju rumah, berharap mama belum berangkat dan mengunci pintu rumah.  Aku melayang bak kijang jantan yang mengejar betinanya, kupelan sesaat melihat apakah ibu usil tadi di depan rumahnyamasih ada atau tidak. tak ada bray.. iiihaaa... :D, ku berlari sekencangnya lagi, hingga rok merah lipat-lipat ku kembang-kempis tak beraturan, untung masih kelas 4 SD, coba kalau sekarang, penampakan cuyy... ;)
            Maaaa... teriakku sampai dirumah, dengan napas hampir lepas mama malah memarahi ku, "katanya mau sekolah, tapi pulang lagi? minta di antukkan kurasa kepalamu itu ya" teriak mama sama ku, suaranya lebih keras dari yang tadi, bikin aku benar-benar ingin nyanyi tangisan anak tiri tadi.. :'(  "memang mau sekolah k0k maa.." jawab ku lirih,pelan sekali hampir tak terdengar lo..hihi.  mama menatapku penuh arti, kupikir ada belek dimataku atau upil dihidungku karena tadi mau sekolahnya cuci muka paksaan. " trus, kenapa pulang lagi"  sambung mama mulai merendah suarnya, sempat tinggi lagi kayak tadi, mungkin jadilah aku bunuh dirinya. :(
"Tas ku ketinggalan" ucapku setengah nyengir tanpa rasa berdosa. :D :D :D
"TAS???" mama melongo, dan aku pun beraksi lagi. :D

by: Esra Sitanggang
Pend. Ekonomi UNIMED

Jumat, 28 Februari 2014

Aku kenapa?



Hah, ntah darimana aku harus memulai nya...
yang pasti  ini yang harus mulai ku pikirkan.

Saat pagi mulai datang, terangpun menyusul..
ketika mentari menyapa,
bangun dari lelapku akan menjadi sebuah pilihan ideal yang harus aku lakukan pertama sekali.
membuka mata, merasakan udara pagi, bahkan kadang mencoba mengingat kembali mimpi semalam. yah, mimpi baik atau buruk kah? jawabnya adalah " aku selalu lupa".

Ini bukan lelucon walaupun kadang kedengarannya seperti dipanggung OVJ.
Ini kehidupan, tempat dimana aku harus melanjutkan semua yang telah ku awali dari awal aku hidup dan berteriak.
Bukan masalah apa, hanya saja saat pagi tiba dan malam hampir berlalu aku mulai memikirkan tentang aku sendiri. maksudnya apa? aku sendiripun bingung.

Selalu memikirkan apa yang tak pernah kutemukan jawabannya.
oh, ini bukan skenario yang harus diperankan artis favorit untuk tontonan orang banyak. Aku hanya mulai membuka hati bahwa nyatanya hidup ini susah!
Baru kusadari ternyata semua sulit untuk dijalani. Seandainya bisa memilih, aku akan lebih memilih tetap berada dimasa kanak-kanak ku dibandingkan sekarang ini.
Semakin berat...
Semua semakin berat memang, melangkahkan kaki juga terasa sulit sekarang..
Kenapa harus ku pikirkan? bantah hati kadang kala. Namun memang harus dipikirkan.
jawaban yang simpel bukan?

Jadi orang dewasa itu ribet. Pusing bahkan.
Susah memikirkan masa depan, sulit melakukan yang memang harus dilakukan, sukar meninggalkan keinginan badan, selalu salah dalam mengambil keputusan. bla.blaa..
Gini terus, mau jadi apa? Dulu terasa begitu gampang, mudah saja melakukan apa yang disuka, gak pakek pikir segala..

Semakin jauh semakin aneh..Dasar PREDATOR! ucapku jika kubenci.
semakin dalam semakin tak kumengerti
semakin panjang semakin membuatku mual dan muntah.
aku yang semakin mendewasa, atau aku yang terlalu dramatis?
aku gak tau. Yang aku tau ini hidup. Hidup untuk dijalani. Dan hidup ternyata gak mudah.

Sepertinya aku mulai berubah, berubah karena itu, harus memikirkan hidup dan masa depan ku, memutuskan dimana nantinya aku berada, dimana cita dan cinta ku, dan bagaimana aku harus mencintai hidupku.
kupikir, mungkin memang  karena aku menuju tua maka tiba-tiba selalu berpikir begini-begitu karena dulunya tak seperti ini..
lebih tepatnya move on dari masa-masa merdeka ku,dan meninggalkan permainanku dulu..
mau dikatakan apalagi.. ini tiba-tiba yang menjadi bahan pikiranku. hati dan perasaanku kini berhasil merangsang otak dan saraf-saraf ku untuk memikirkan dan merenungkan semua drama hidup ini.

Ini akan berlalu Girl..
Kata-kata penghiburan bagi diriku sendiri, ya.. akan belalu, hasilnya bagaimana?
Bebaskah aku dari ini? berhasilkah aku jadi wayang terbaik dengan perannya yang wao dipanggung kehidupan? mampu kah menjalani kisah-kisah baru ku nanti? siapkah aku dengan semua keputusan yang telah ku buat? Bahagiakah aku? melebihi bahagia ku saat di timang dulu? nyaman kah aku nanti disini senyaman dipangkuan ibuku dulu? tersenyumkah aku nanti seperti semanis senyumku saat berlari dan bermain dulu?

Kini Pagi kan datang lagi tandanya malam hampir habis...
Intinya aku akan kembali bangun lagi dan skali lagi begitu dan lagi..lagi..dan lagi...
Emm,jujur saja, aku tak mengerti apa yang kubicarakan sejak tadi.
bercerita, mendoakan atau mengeluh kah namanya ini? aku benar-benar bingung.
pertanyaannya, "berhasilkah aku menahlukkan dunia dimasa yang akan datang??"
Beri aku jawaban!

Selasa, 14 Januari 2014



Terlalu di"sayang"kah aku????
      
          11 januari 2014,

          This night..
            Kembali menyesakkan dada ku seolah-olah rasanya ingin berontak saja.
Kenapa masih selalu saja begini??  masih anak kecil kah aku bagi mereka?
ya, mereka" ayah dan ibuku".
            Ntah apa, hal ini saja yang menjadi sumber kebencianku pada orang tua ku. Aku sangat menyayangi mereka, tapi jika dihadapkan dengan hal seperti ini, kadang hal itu hampir tak aku ingat lagi.
            Tahun ini, genap sudah aku berumur 20 tahun, usia yang cukup bukan untuk memonitori diri sendiri? tapi sepertinya bagi mereka umurku masih 2 tahun, yang ini itu masih begitu dikontrol sekomplit dan se wao mungkin oleh mereka.
            Aku tau, orangtuaku sangat menyayangi aku melebihi semua, aku bisa lihat itu dari segala hal yang mereka lakukan untuk ku dan kebahagianku sampai saat ini, aku sadar itu ketika aku tau apa yang mereka kerjakan hanya untuk menghidupiku dengan hidup yang baik adanya. Hidupku begitu indah dibuatnya, perhatian, kasih sayang dan materi yang bahkan lebih dari cukup diberikan untuk ku yang semakin membuatku lebih bersyukur lagi  karena telah Tuhan titipkan pada mereka.
             But, satu hal yang buat aku jengkel yaitu sikap mereka yang terkadang menurutku terlalu over protection . Aku paham itu semua adalah untuk kebaikanku, tapi aku pikir ini sedikit keterlaluan. Aku bahagia diperhatikan tetapi aku juga benci jika perhatian itu berlebihan sehingga membuat aku merasa terkekang. Kapan aku bisa dewasa? kapan aku bisa menyelesaikan masalah ku sendiri jika aku masih gak diberi kesempatan untuk belajar akan hal itu? Aku ingin menikmati masa-masa muda ku, aku ingin belari berasama sahabat-sahabat ku, aku masih ingin bersorak-sorak dan bermain dengan teman-temanku, masih ingin melewati hari-hari bersama orang-orang yang aku sayang tanpa segudang peraturan ini dan itu.  Aku udah besar, aku bukan lagi bayi mungilnya ayah adan ibu yang apa-apa masih dihandle total sama kalian... :(
            Aku udah tau membedakan mana yang baik mana yang buruk, bahkan sampai saat ini aku masih tetap menjadi anak yang baik bagi mereka.  Aku ingat semua nasehat mereka, aku selalu berpikir untuk selalu menjadi putri termanis bagi mereka, karena itu adalah impianku. Aku gak akan macam-macam, aku gak akan lari dari hidup yang udah ayah dan ibu ajarkan selama ini.. :(
            Tapi kadang hal itu terlalu sulit kudapatkan. Motivasi yang aku butuhkan, bukan ancaman yang lebih menakutkan aku lagi. Izinkan aku untuk berpikir tentangku sendiri, Beri aku waktu untuk mencari solusi untuk masalahku sendiri!!
            Malam ini perut ku terasa lapar, tapi kuputuskan untuk tidak menyentuh makanan semenjak aku pulang tadi. Aku memilih untuk ketempat tidur dan meluapkan semua yang kurasakan. Sakit ketika harus mendengar semua ucapan-ucapan marah dari  A sampai Z dari ayah dan ibu, sakit harus mendengar semua keputusan yang kuambil adalah salah dan keputusan kalianlah yang harus benar, sakit harus mendengar semua solusi yang kulakuakan untuk diriku sendiri adalah sia-sia dan solusi merekalah yang terbaik untukku, sakit harus mendengar semua ancaman dan aturan baru lagi yang akan membuatku semakin tersiksa, sakit ketika kejadian seperti ini tak ada kesempatan bagiku untuk bicara, menjelaskan semua dan membela diri... 
            Benar aku gak kan melawan,bukan nya sombong, sampai saat ini ayah dan ibu pasti tau itu. Aku memendamnya dalam hati dan mungkin sampai membatu.  Apa aku harus selalu berada dalam garis batasan kalian?? lama-lama kepribadian ku bisa berubah karena itu. Tetap menjadi sosok gadis periang?aku gak janji lagi jika aku gak bisa berada  dan melangkah menjadi diri ku sendiri.. :(
            Aku tau aku bodoh, tapi bukan berarti semuanya harus bergantung dari kepintaran ayah dan ibu kan?? Aku mungkin ceroboh, tapi segalanya bisa aku atasi kok.. aku tau aku punya trauma, tapi bukan berarti aku semakin ditakutin lagi kan dengan hal itu??
             Ini aku ayah, ibu seorang gadis yang ingin menjadi dewasa, beri aku kesempatan untuk belajar mandiri dan menyelesaikan masalah ku sendiri. kasih aku waktu untuk menikmati hariku dikehidupan luar yang aku kontrol sendiri dengan imanku, aku gak akan apa-apa, aku pasti akan baik-baik saja seperti doa kalian, dan aku tak kan berubah, aku tetap akan menjadi putri kesayangan ayah dan ibu.. 
            Perhatian yang wajar, dukungan, doa dan kepercayaan, itu yang aku butuh agar aku benar-benar menjadi dewasa dalam sikap dan pemikiran. Ku tualiskan ini sebagai luapan emosi dan amarah ku semata, Bukan untuk membenci ayah dan ibu.
Aku tau hati kalian hanya karena terlalu mencintai aku,aku tau kalian tak kan rela melihat aku sakit dan menderita nantinya, aku tau semua ini untuk kebaikkanku tak ada selain itu dan trimakasih untuk itu, sekalipun kadang  membuat jiwaku hampir berontak dan mengamuk tapi aku mencintai kalian, Akan selalu mencintai ayah dan ibu. :')

           

           
           

           

           

Kamis, 09 Januari 2014



Jika Leasing Lebih Menguntungkan bagi perusahaan,
Mengapa Tidak?

            Perkembangan zaman yang cepat yang memacu perkembangan ekonomi yang semakin pesat pula pada dewasa ini menuntut setiap badan usaha  lebih mengembangkan usahanya. Setiap perusahaan saat ini sedang berlomba-lomba untuk mengembangkan bahkan memperkuat usahanya agar tidak kalah bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya. Banyak permasalahan dan kendala yang sering kali dihadapi oleh perusahaan. Termasuk yang paling berpengaruh dalam hal ini adalah modal. Perusahaan tersebut akan memerlukan penambahan modal dan investasi baru., misalnya, dengan pengadaan barang-barang modal.
            Mendengar kata leasing secara sekilas mungkin sudah sering kita dengar, tetapi mengetahui apa itu arti leasing yang sebenarnya dan bagaimana sistemnya mungkin sama sekali belum kita mengerti. Perkembangan zaman khususnya  diera globalisasi sekarang ini menuntut kita untuk lebih aktif dalam memilih suatu hal yang dapat mendukung sistem kerja cepat. Kehidupan pada masa sekarang ini menginginkan kita sebagai manusia-manusia yang lebih mengandalkan sesuatu hal yang cepat, gampang, instant dan siap saji tanpa harus membuang banyak waktu dan tenaga untuk mendapatkannya. Kehidupan yang sekarang ini bahkan menuntut kita bukan sekedar mengikuti tren zaman melainkan kadang memaksa kita untuk menjadi manusia konsumtif. Sebenarnya leasing pada saat sekarang ini bukanlah hal yang baru lagi, sudah banyak dapat kita jumpai penggunaan leasing pada saat ini.
                   Secara umum pengertian Leasing merupakan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara sewa guna usaha dengan menggunakan hak opsi (finance lease) maupun tanpa hak opsi (operating lease) untuk digunakan oleh lessee (pemakai) selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala. Dengan bahasa sederhananya Leasing ( sewa guna usaha ) adalah suatu kontrak atau persetujuan sewa-menyewa. Hanya saja terdapat beberapa persyaratan di dalam leasing, sehingga tidak dapat disamakan dengan badan sewa-menyewa lainnya.         
                   Merupakan Finance Lease adalah lessee memilih barang modal yang dibutuhkan dan atas nama perusahaan leasing melakukan pemesanan, pemeriksaan dan pemeliharaan barang. Sedangkan  Operating Lease adalah Lessor sengaja membeli barang modal dan selanjutnya disewakan kepada lessee. Dalam hal ini biasanya memiliki jangka waktu yang relatif pendek.
                   Leasing merupakan suatu lembaga pembiayaan yang sebenarnya cukup mudah prosesnya. Proses pengoperasiannyapun cukup mudah, dalam pengoperasiannya lessee akan menemui suplier peralatan, memilih peralatan yang dibutuhkan, dan menegoisasikan harga serta ketentuan-ketentuan pengiriman. Kemudian untuk mendapatkan pinjaman pihak lessee lebih mendekati pihak lessor daripada berhubungan dengan Bank. Lessor mengevaluasi aplikasi dari lessee, dan jika disetujui, kedua belah pihak akan menandatangani kontrak leasing. Lessor kemudian membeli peralatan dari suplier dan melakukan leasing tehadap lessee untuk suatu periode dimana biasanya mendekati perkiraan usia ekonomis aset.
                   Selama periode ini ( masa leasing ), lessee menggunakan peralatan dan memberikan pembayaran rutin kepada lessor. Dalam banyak kasus lessee mempunyai pilihan untuk membrli peralatan tersebut pada akhir masa leasing nantinya.
                    Dalam kehidupan modern sekarang ini, leasing dalam cara kerjanya sangat lah membantu. Sebenarnya banyak keuntungan yang kita dapat dengan menggunakan usaha jasa yang satu ini,  namun sampai saat ini masih sulit bagi masyarakat untuk memahami  mengenai leasing dan menerimanya. Artinya leasing pada saat ini masih kurang cukup terkenal dikalangan masyarakat khususnya dunia kerja pada umumnya.  Sementara leasing terutama bagi perusahaan merupakan suatu badan usaha yang memiliki banyak keuntungan yang cukup dapat membantu.         
                   Kurang terkenalnya leasing dimata masyarakat mungkin dipengaruhi oleh beberapa faktor, kemungkinan karena kurang pengetahuan tentang leasing atau sama sekali tidak mengetahui adanya leasing, atau mungkin mereka menutup diri dari leasing dengan beranggapan negatif dan memilih  badan usaha kredit lainnya. Kurangnya sosialisasi tentang leasing dan menjamurnya badan-badan usaha lainnya juga dapat menjadi salah satu faktor  kurang terkenalnya leasing pada saat ini.
                   Untuk membentuk bahkan menjalankan suatu usaha tidak semudah yang dipikirkan. Salah satu permasalahan dalam menjalankan suatu usaha adalah pada modal nya. Tidak sedikit modal yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha apalagi usaha  tersebut juga membutuhkan barang-barang modal untuk itu. Sementara sangat jarang ada perusahaaan yang menyediakan dana dari dalam perusahaan sendiri untuk mendapatkan barang-barang modal tersebut. Oleh karena itu disinilah suatu perusahaan membutuhkan suatu lembaga untuk memperoleh suatu dana usaha. Dengan kata lain lembaga ini akan membantu pembiayaan dana yang dibutuhkan perusahaan secara kredit, dan inilah fungsi leasing dan alasan mengapa leasing sangat membantu di dalam menjalankan suatu bidang usaha.
                    Leasing akan cukup membantu suatu perusahaan dalam penyediaan barang modal yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan alat maupun operasional kegiatan usaha suatu perusahaan.
                   Adanya lembaga keuangan leasing merupakan salah satu alternatif yang menarik bagi para pengusaha karena pada saat ini mereka cenderung menggunakan dana rupiah tunai untuk kegiatan operasional perusahaannya. Melalui leasing mereka bisa meperoleh dana untuk membiayai pembelian barang-barang modal dalam jangka waktu pengembalian dapat dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Apalagi mengingat zaman maju seperti sekarang ini dunia bisnis semakin berkembang pesat yang menakibatkan banyak perusahaan--perusahaan yang ikut terjun dan ambil bagian didalam dunia bisnis tersebut. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang masuk aktif berperan dalam dunia bisnis tersebut maka semakin besar pula kebutuhan akan dan modal yang mau tidak mau harus dipenuhi perusahaan tersebut. Bagaimana perusahaan dapat berkembang jika modal sebagai faktor mendasar yang paling utama tidak terpenuhi dengan baik? Padahal, disisi lain untuk mendapatkan modal tidaklah mudah mengetahui masa sekarang ini sangat sulit untuk mendapatkan pinjaman dana.
                   Leasing sebenarnya adalah jawaban yang tepat untuk masalah ini. Fungsi leasing dan peranannya sangat sesuai dengan kebutuhan akan perusahaan yang ingin mengembangkan usahanya namun tidak memiliki cukup barang modal. Namun yang menjadi masalahnya sekarang adalah pengenalan leasing terhadap masyarakat masih kurang. Dalam artiannya leasing belum cukup terkenal dan diketahui oleh  masyarakat.
                   Leasing bukanlah merupakan fenomena baru, namun di negara-negara berkembang, inisiatif menawarkan  leasing bagi usaha kecil dan mikro masih sangat jarang. Hal ini sangat mengejutkan mengingat  leasing memiliki manfaat besar atas kredit. Banyak manfaat yang akan didapat dari menggunakan badan usaha leasing. Salah satunya yang paling dekat adalah suatu perusahaan dapat memulai dan memakai suatu peralatan tanpa memang harus benar-benar memilikinya. Ini sangat memudahkan bagi perusahaan apalagi mengingat sulitnya untuk mendapatkan investasi modal pada perusahaan tersebut guna membeli peralatan perusahaan. Artinya, selama periode pembayaran angsuran  leasing, pengusaha telah dapat merealisasikan pendapatan ekstra melalui penggunaan peralatan tersebut.
                    Munculnya lembaga leasing ini merupakan suatu jalan yang paling cocok bagi para pengusaha karena saat ini memang sulit didapat dana rupiah untuk jangka waktu menengah dan panjang. Sedangkan melalui leasing mereka bisa memperoleh dana untuk membiayai pembelian barang-barang modal dalam jangka pengembalian dengan jangka waktu yang diinginkan.
                   Banyak sekali keuntungan-keuntungan yang didapat dari lembaga leasing seperti, tidak diperlukannya jaminan atau agunan dalam kredit. Hal ini dikarenakan hak kepemilikan sah atas aktiva yang dilease serta pengaturan pembayaran lease sesuai dengan pendapatan yang dihasilkan oleh aktiva yang dilease sudah merupakan jaminan bagi lease itu. Berbeda dengan kredit pada Bank yang pinjamannya disertai dengan jaminan yang dianggap sesuai dengan besarnya jumlah pinjaman.
                   Pihak Bank akan memeriksa nilai agunan yang diberikan yang nantinya akan menjadi pertimbangan bagi Bank untuk memberian seberapa besar kecilnya pinjaman yang akan diberikan kepada pihak peminjam. Bahkan ini dijadikan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi agar dapat dilakukan kredit.  Ini merupakan suatu kelebihan yang dimiliki oleh lembaga leasing.
                    Selain itu leasing juga bersifat fleksibel yang artinya  struktur kontrak dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keperluan suatu perusahaan, dimana besarnya pembayaran atau periode dapat diatur sedemikian rupa sesuai dengan kondisi perusahaannya. Sementara pada kredit Bank tidak ditemui seperti hal nya tersebut. Pada Bank sulit untuk menetapkan kesesuaian hal yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan kesepakatan dan aturan-aturan yang telah ditetapkan pada Bank.
                    Kelebihan lainnya lembaga leasing tidak menyediakan dana yang relatif besar. Leasing hanya menyediakan dana maksimum untuk down payment yang jumlahnya dalam kebiasaan lessee tidak terlalu besar , dengan demikian pihak lessee dapat menggunakan modal yang tersedia kepada keperluan lainnya. Artinya ini dikatakan sebagai salah satu penghematan modal oleh pihak lessee.
                    Leasing juga memiliki kelebihan dalam jangka waktu kontrak perjanjiannya. Masalah waktu dalam leasing merupakan hal fokus utama karena dengan berakhirnya jangka waktu, lessee diberikan hak opsi. Sementara pada sewa menyewa ,masalah waktu bukan menjadi fokus dalam leasing sehingga pihak penyewa dapat menyewa barang dalam jangka waktu yang tidak dibatasi.
                   Sebenarnya masih banyak lagi keuntungan-keuntungan yang dapat dirasakan dari lembaga leasing, namun kebanyakan orang atau perusahaan masih lebih memilih untuk menggunakan kredit Bank daripada menggunakan lembaga leasing. Mungkin saja mereka beranggapan bahwa kredit Bank lebih menguntungkan daripada leasing. Memang, pada Kredit Bank tingkat bunga pinjaman lebih rendah sedangkan lembaga leasing tingkat suku bunga yang ditawarkan cukup tinggi, tetapi logikanya saja ini merupakan cara leasing untuk mendapatkan laba atas usahanya. Secara kita ketahui tujuan dari setiap usaha adalah untuk memperoleh keuntungan maksimal.
                   Namun sekalipun demikian lembaga leasing memilki manfaat yang besar juga dimana bukan hanya saja memberikan pinjaman atas barang modal, leasing juga merupakan perusahaan sewa guna yang adalah sistem kontrak sewa yang dikombinasikan dengan pembelian secara angsuran sesuai dengan perjanjian ataupun kontrak yang telah disepakati antara pihak lessee dan pihak lessor. Sedangkan Bank merupakan tidak memiliki fungsi yang sama dengan leasing.
                   Bank merupakan badan usaha yang tugas utamanya adalah menghimpun dana dalam bentuk simpanan dari masyarakat dan akan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit ataupun bentuk-bentuk lainnya kepada masyarakat pada umumnya. Artinya kredit bank tidak menyediakan usaha  sewa guna berupa pembelian secara cicilan( angsuran ) terhadap nasabahnya.
                   Keuntungan lain dari lembaga leasing adalah cara kerja alias proses pencairan dana yang terbilang cepat, jika semua persyaratan telah terpenuhi sesuai dengan aturan yang ditentukan pencairan dana pinjaman dapat dilakukan saat itu juga. Berbeda dengan kredit pada Bank, proses pencairan dana terhitung lama dan memakan waktu. Pihak bank akan berhati-hati dalam memberikan pinjaman ini untuk menghindari terjadinya hal-hal yang dianggap akan merugiakan pihak Bank seperti, kredit macet dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya. Oleh karena itu perlu kesabaran dan waktu bagi pihak peminjam untuk menunggunya.
                   Sementara prosedur persyaratan pada leasing yang harus dipenuhipun dapat dikatakan tidak terlalu rumit  dan cenderung mudah untuk diikuti.
                   Sedangkan pada kredit Bank, prosedur yang harus diikuti termasuk sedikit lebih sulit dibandingkan dengan leasing. Diperlukan pengajuan permohonan pinjaman kredit modal, syarat nya pun cukup rumit untuk dipenuhi, mengapa demikian? karena Bank akan lebih selektif dalam memberikan persetujuan dalam menguncurkan dana pinjaman.
                   Banyak pertimbangan-pertimbangan pada Bank apalagi kredit pinjaman yang diajukan seorang ataupun perusahaan cukup besar, Bank akan lebih berhati-hati dalam masalah ini sehingga semakin mempersulit pihak peminjam dalam mengajukan permohonannya.
                   Pada leasing juga sistem pembiayaanya adalah penuh. contohnya, jika nilai suatu perusahaan adalah 100 % sepenuhnya dibiayai dan dan pembayaran jaminan keamanan dimuka jarang sekali melampaui 10 %. Hal ini memudahkan lessee untuk lebih mempertahankan sumber dana mereka yang terbatas sebagai modal kerja. Sedangkan pada kredit Bank, biasanya mensyaratkan nasabah untuk membiayai sebagian investasi dari sumber mereka sendiri .
                   Kelebihan yang lain adalah bahwasannya leasing tidak menimbulkan resiko pengalihan dana yaitu, dana langsung digunakan untuk pembelian peralatan bahkan tanpa melalui tangan pihak lessee. Hal ini mencegah terjadinya resiko dimana, lessee dapat menggunakan dana tersebut untuk tujuan yang tidak disepakati sebelumnya. Ini juga menghindari resiko bahwa pihak lessee akan menggunakan kredit untuk membayar pinjaman dari lembaga keuangan lainnya.
                   Sama halnya dengan lembaga Bank, leasing juga memiliki kepastian hukum, yaitu perusahaan pembiayaan yang khusus didirikan untuk melakukan kegiatan yang termasuk dalam bidang usaha lembaga pembiayaan.
                   Banyak telah dipaparkan manfaat dan keuntungan dari lembaga leasing, akan tetapi pada kenyataannya kita ketahui bahwa leasing masih cukup asing dimasyarakat pada saat ini. Kurangnya sosialisasi mengenai hal ini, atau kepercayaan masyarakat dan perusahaan yang telah mendarat pada kredit Bank mungkin menjadi penyebabnya. Kepercayaan masyarakat yang kurang serta perhatian mereka yang sudah terlebih dahulu tertuju kepada kredit Bank mengakibatkan sulit untuk menerima keberadaan lembaga pembiayaan leasing simasyarakat.
                   Padahal sudah sepatutnya perusahaan mulai memilih leasing sebagai peminjaman kreditnya, bukan saja hanya itu, berdasarkan analisa pasar, leasing dapat diterapkan untuk bisnis-bisnis antara lain kendaraan, elektronik bahkan furniture.  Manfaat yang cukup banyak dengan resiko yang relatif rendah seharusnya sudah dapat dimanfaatkan perusahaan- perusahaan yang ingin mengembangkan usahanya lebih maju lagi. 
                   Apalagi seringkali usaha-usaha kecil kebingungan dalam mencari pinjaman modal, mereka membutuhkan pinjaman yang lebih besar dengan jangka waktu yang lebih panjang dari ditawarkan oleh lembahga keuangan yang lain. kadang kala usaha-usaha beranggapan bahwa mereka terlalu besar untuk lembaga keuangan  mikro tetapi terlalu kecil pula atau masih informal untuk pinjaman Bank-Bank komersial lainnya. Pada saat situasi seperti inilah leasing dapat menjadi penyelamat bagi perusahaan tersebut.
                  
       Leasing dimata perusahaan Indonesia...
                   Kehadiran lembaga leasing sebagai lembaga pembiayaan sewa guna usaha di Indonesia dapat disimpulkan masih relative baru. Oleh karena itu tidak heran apabila masyarakat luas maupun perusahaan yang baru muncul kurang mremahami fungsi dan peranan lembaga leasing dalam menunjang pembangunan perekonomian di Indonesia.
                   Melihat kembali bagaimana perkembangan pembiayaan dalam perusahaanan. Hingga  saat ini leasing di Indonesia telah ikut berkiprah dalam pembiayaan perusahaan. Jenis barang yang dibiayainpun harus meningkat. Jika sebelumnya hanya terfokus pada pembiayaan trasportasi, kini berkebang pada keperluan kantor, manufaktur, konstruksi.
                   Kita ketahui berhasil tidaknya suatu perusahaan selain pengelolaan manajemen yang baik, juga ditentukan oleh bagaimana  suatu perusahaan mampu melihat kemungkinan dan menggunakan kesempatan dimasa yang akan datang. Leasing dalam hal ini merupakan suatu kesempatan bagi perusahaan untuk dapat mengembangkan usaha menjadi usaha yag lebih maju lagi.
                   Perusahaan di Indonesia yang masih didonimasi oleh perusahaan kecil dan menengah merupakan objek yang paling cocok untuk menggunakan lembaga leasing. Sementara perkembangan leasing di negara berkembang seperti di Indonesia masih sangat kecil.  Perusahaan-perusahaan di Indonesia masih sangat sulit berkembang bukan saja hanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti, tingkat kemampuan / intelek yang tinggi atau teknologi yang  belum cukup memadai namun dipengaruhi oleh penyediaan barang modal juga. Disini, dibutuhkan peran sistem kredit yang merupakan suatu alternatif untuk mengatasi permasalahan seperti ini. Dengan cara melakukan kredit sebuah barang atau dana untuk tangguangan biaya yang akan dikeluarkan lebih kecil.  Padahal peranan leasing dalam penyyediaan barang modal ini sangat cukup membantu perusahaan Indonesia, dimana peran leasing dapat mengembangkan sebuah perusahaan yang justru dapat memacu pertumbuha ekonomi yang baik pula.
                   Mengingat banyak keuntungan -keuntungan yang dapat kita peroleh dari lembaga pembiayaan leasing sebenarnnya sudah menjadi alasan bagi perusahaan-perusahaan Indonesia untuk memanfaatkannya. Apalagi masalah terbesar dari perusahaan Indonesia adalah penyediaan modalnya. Leasing bukan saja hanya memberikan pinjaman kredit modal akan tetapi menyediakan  pembelian barang  modal secara kredit juga.  Apalagi yang dibutuhkan? Leasing sudah sangat membantu dalam hal ini.
                   Namun pada kenyataannya leasing masih kurang dikenal di Indonesia. Perusahaan-perusahaan di Indonesia lebih memilih lembaga kredit lain dibandingkan dengan leasing. Apakah memang masalah tingkat suku bunga yang tinggi di leasing menjadi alasannya, kita tidak tahu secara pasti. Intinya leasing di Indonesia belum dapat merambat luas sebagaimana dengan lembaga kredit yang lain seperti Bank.
                   Di Indonesia memang, pembiayaan degan menggunakan cara leasing sudah mulai dikenal dan digalakkan dalam waktu akhir-akhir ini. Tetapi belum sampai pada daerah-daerah tertentu yang menggunakannya.
                   Keuntungan-keuntungan dari leasing ini belum terlihat dan ditandai dalam kehidupan bisnis di Indonesia saat ini.  Perusahaan-perusahaan masih cenderung untuk melihat peluang-peluang lain dari lembaga pembiayaan lain yang seperti kredit pada Bank.
                   Sementara itu jelas kita ketahui bahwa perusahaan Indonesia mungkin kurang berkembang karena dalam menjalankan operasional operasinya perusahaan membutuhkan harta yang tetap dan cara untuk memperolehnyalah yang menjadi permaslahan sekarang. Perusahaan pada dasarnya akan menggunakan cara-cara ynag berbeda-beda dalam hal ini. Dan biasanya cara yang paling ampuh adalah dengan membeli peralatan tersebut sebagai barang modal dan digunakan untuk kgiatan operasionalnya. Sebenarnya membeli modal peralatan ini dapat menimbulkan keuntungan dan kerugian bagi perusahaan dan memang sepantasnya untuk menimbulakan pertimabangan dalam membuat keputusannya.
                   Suatu perusahaan akan  perlu memikirkan secara matang apakah dana yang ada sebagai modal dasar perusahaan mencukupi dalam hal pembiayaan ini atau perusahaan membutuhkan pinjaman. Dan biasanya jika perusahaan kecil dan belum berkembang seperti perusahaan-perusahaan di Indonesia pada saat ini amat sangat mengandalkan keputusan bahwa akan melakukan pinjaman modal untuk mencukupi pembiayaan dalam hal tersebut. Yang menjadi dilema bagi mereka adalah memutuskan menggunakan cara apa dan bagaimana untung ruginya menggunakan cara tersebut bagi perusahaan itu sendiri.        
            Peran leasing dalam hal ini sangatlah penting dimana leasing akan membantu pembiayaan yang dibutuhkan oleh perusahaan itu sehingga dapat menjalankan operasional perusahaan. Jika perusahaan dapat berjalan dengan baik dengan bantuan leasing dengan meminjamkan barang modal kepada perusahaan, maka akan dapat memudahkan perusahaan dalam mengelola usahanya. Dengan demikian perusahaan akan lebih berkembang dan dapat memajukan usahanya. Sehingga, secara otomatis tujuan perusahaan Indonesia untuk mendapatkan profit dan laba yang maksimal akan tercapai. Laba dari sini juga nantinya akan mampu membayarkan bunga dan mengembalikan utang atas pinjaman kepada leasing. Memang, hal ini juga harus dibarengi dengan kegigihan perusahaan atau dengan kata lain, perusahaan harus mampu memanage barang modal tadi dengan sebaik mungkin agar dapat menjalankan usahanya dengan baik.
                   Namun kembali kepada diri kita sendiri apakah memilih leasing atau kredit lain, banyak tanggapan orang mengenai ini.  Ada anggapan yang mengatakan leasing sebagai Malaikat Penolong atau Pencabut Nyawa. Intinya bagaimana kita menanggapi dan mengolahnya dengan baik, semoga memberikan hasil yang baik pula. Tks.     
h                                           
ff                                  
      By: Esra sitanggang, Pend.ekonomi. UNIMED.
                                                                                              

k
  l

k